Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang Harper Cikarang Sukses Gelar Wedding Open House Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan

Seni & Budaya

Aldi Setiawan, Jatuh Bangun Bersama Violin

badge-check


					Aldi Setiawan, Jatuh Bangun Bersama Violin Perbesar

Matras News, Jakarta – Berawal dari pengamen dari sudut kota ke kota, Aldi Setiawan (26) tak hentinya berjuang ditengah gempuran teknologi digital. Dengan Kreatifitas, semangat dan keahlianmya, kini menjadi pemain violin profesional mempunyai koleksi 20 pasang violin.

Mengamen memakai gitar kecil atau akrabnya disebut ukulele, dan bertemu dengan seorang teman seprofesi di bilangan cibubur.

Ia pun tertarik untuk belajar alat musik violin. Dengan ketekunannya berniat belajar ia pun menyisihkan dari hasil mengamen hingga memiliki violin sendiri.

Aldi menambahkan, dengan keterbatasan rupih pada tahun 2012 membeli violin sebesar 200 ribu, itupun kualitas biola yang kurang layak digunakan.

Ya! Sempat putus asa, kita belajar pun kan kudu harus kasih kopilah saya yg ngajar, karena saya juga tidak ada biaya akhirnya kembali lagi memainkan ukulele, ”ucapnya.

Seiring dengan waktu berjalan, saya bertemu dengan seorang guru yang bernama pak Wawan Bedil yang berlokasi di jalan alternatif kenari mas cileungsi, saya belajar dengan beliau dari tahun 2012 sampai saat ini, karena pak Wawan saya bisa seperti saat ini. Tanpa beliau saya tidak bisa apa-apa.

“Jujur saja, orang tua saya tidak mendukung saya menjadi pemain musik orang tua mau saya bekerja, apalagi cemooh dari tetangga, ya’ karena lingkungan saya bukan orang pemusik.

Dan saya memutuskan untuk menuruti orang tua untuk bekerja, sehingga saya belajar violin sempat terhenti. Saya bekerja tidak ada yang bertahan lama, “terang Aldi.kepada matrasnews,com.

Akhirnya pada tahun 2016 saya fikuskan untuk belajr violin, karena keyakinan saya bermain musik bisa menghasilkan.

Ya’ alhamdulillah sampai dengan sekarang saya selalu di dukung oleh istri dan keluarga saya. Hingga berbagai kegiatan dapat saya jalani mulai dari entertainment, café dan shoting sinetron,

Aldi menceritakan, “Dengan keberkahan saya, saya membuka les privat untuk temen-teman pengamen dan siapapun yang mau belajar saya suruh dia datang gratis tanpa biaya sepeserpun.

Jujur saja saya ingin punya komunitas yang bertujuan untuk belajar bersama, bermain musik itu bukan sekedar uang, tetapi kualitas kita bermain sehingga kita pasti akan selalu naik kelas, “jelasnya.

Pesan saya, bagi para pencinta seni utamakan kualitas, karena belajar seni itu tidak ada abisnya, teruslah belajar, jangan jumawa (sombong), disiplin, jaga nama baik dan yang terakhir harus bersyukur, apa yang kita lakukakan dengan sungguh-sunggu akan tercapai, “pungkas Aldi. 

Baca Lainnya

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh: Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

21 Januari 2026 - 15:01 WIB

Max Havelaar, Saijah dan Adinda, Oleh Tammat R. Talaohu Waketum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku

Pemuda Kaum Betawi Apresiasi Kebijakan Gubernur Jakarta Larang Kembang Api

28 Desember 2025 - 14:13 WIB

IMG 20251225 WA0021

Gebyar Seni Budaya Betawi Pukau Penonton dengan Komedi Legendaris Buaya Buntung

23 Desember 2025 - 12:36 WIB

IMG 20251223 WA0001

Pemerintah Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025

18 Desember 2025 - 00:08 WIB

Pemerintah Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025

Gubernur DKI Terima Rekomendasi Kongres Istimewa Kaum Betawi, Tegaskan Komitmen Penguatan Budaya

16 Desember 2025 - 00:14 WIB

Gubernur DKI Terima Rekomendasi Kongres Istimewa Kaum Betawi, Tegaskan Komitmen Penguatan Budaya
Trending di Seni & Budaya
error: Matras News