MatrasNews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan literasi sebagai pondasi utama membangun ketahanan pangan nasional.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam membangun SDM unggul, memperkuat kedaulatan pangan, dan mempercepat hilirisasi industri pertanian.
Dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian di Cianjur, Senin (11/8), Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menyatakan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan baca-tulis, melainkan kecakapan hidup untuk berpikir kritis, bernalar, dan berinovasi.
“Kita tak bisa bicara ketahanan pangan tanpa literasi. Literasi membuka mata—dari tidak tahu menjadi tahu, dari acuh jadi peduli, dari pembaca menjadi pelaku,” tegas Hafidz dalam dialog dengan kepala SMK se-Banten. Turut hadir Sekretaris Badan Bahasa Ganjar Harimansyah dan Kepala BBPPMPV Yusuf.
Badan Bahasa menyiapkan buku tematik literasi pangan dari PAUD hingga menengah, mengajak siswa memandang sektor pertanian, perikanan, dan industri pangan sebagai bidang modern dan menjanjikan. “Kami ingin anak-anak melihat pangan bukan sebagai beban, tapi harapan,” ujar Hafidz.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menambahkan, literasi pangan relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris.
Kemendikdasmen berkomitmen mencetak lulusan kompeten di bidang pertanian, pengolahan pangan, dan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian bangsa.
Kunjungan ini juga diisi peninjauan fasilitas produksi pangan, pengolahan kopi, dan budidaya ikan air tawar di BBPPMPV. H
afidz menekankan pentingnya menghubungkan literasi dengan praktik industri: “Kurikulum, literasi, dan praktik harus terintegrasi dari hulu ke hilir.”
Sebagai instrumen pengukuran literasi, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) turut ditekankan. “Bahasa adalah cermin literasi. Ukur kemampuan dengan UKBI,” pungkas Hafidz.
Upaya ini menjadi langkah nyata mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan SDM dan ketahanan pangan berbasis literasi.











