Menu

Mode Gelap
Camat Rawalumbu Tuntaskan Pengaduan Ijazah Warga Klaim Nasabah Berstatus Inkrah, Sompo Insurance Masih Telaah Wali Kota Bekasi Raih Penghargaan Nasional Pendorong Ekonomi Respons Cepat Laporan Warga, Camat Jatiasih Pimpin Aksi ‘Jumat Tali Kasih Kebakaran Landa Rumah di Aren Jaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik Ini Daftar 61 Sekolah Swasta Gratis di Kota Bekasi

News

Badan Bahasa Tegaskan Literasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

badge-check


					Badan Bahasa Tegaskan Literasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Nasional Perbesar

MatrasNews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan literasi sebagai pondasi utama membangun ketahanan pangan nasional.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam membangun SDM unggul, memperkuat kedaulatan pangan, dan mempercepat hilirisasi industri pertanian.

Dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian di Cianjur, Senin (11/8), Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menyatakan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan baca-tulis, melainkan kecakapan hidup untuk berpikir kritis, bernalar, dan berinovasi.

“Kita tak bisa bicara ketahanan pangan tanpa literasi. Literasi membuka mata—dari tidak tahu menjadi tahu, dari acuh jadi peduli, dari pembaca menjadi pelaku,” tegas Hafidz dalam dialog dengan kepala SMK se-Banten. Turut hadir Sekretaris Badan Bahasa Ganjar Harimansyah dan Kepala BBPPMPV Yusuf.

Badan Bahasa menyiapkan buku tematik literasi pangan dari PAUD hingga menengah, mengajak siswa memandang sektor pertanian, perikanan, dan industri pangan sebagai bidang modern dan menjanjikan. “Kami ingin anak-anak melihat pangan bukan sebagai beban, tapi harapan,” ujar Hafidz.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menambahkan, literasi pangan relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris.

Kemendikdasmen berkomitmen mencetak lulusan kompeten di bidang pertanian, pengolahan pangan, dan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian bangsa.

Kunjungan ini juga diisi peninjauan fasilitas produksi pangan, pengolahan kopi, dan budidaya ikan air tawar di BBPPMPV. H

afidz menekankan pentingnya menghubungkan literasi dengan praktik industri: “Kurikulum, literasi, dan praktik harus terintegrasi dari hulu ke hilir.”

Sebagai instrumen pengukuran literasi, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) turut ditekankan. “Bahasa adalah cermin literasi. Ukur kemampuan dengan UKBI,” pungkas Hafidz.

Upaya ini menjadi langkah nyata mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan SDM dan ketahanan pangan berbasis literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Cepat Laporan Warga, Camat Jatiasih Pimpin Aksi ‘Jumat Tali Kasih

12 Juni 2026 - 12:42 WIB

Kebakaran Landa Rumah di Aren Jaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

12 Juni 2026 - 12:24 WIB

Dengar Keluhan Warga, Yenny Dorong Normalisasi Kali Beringin

12 Juni 2026 - 00:35 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Pasar Kranji Baru

12 Juni 2026 - 00:34 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi

11 Juni 2026 - 18:29 WIB

Rizki Topananda Kembali Ditunjuk Pimpin DPC PKB Kota Bekasi
Trending di News