Advertisement Section
Cek Kosong 1.58 Miliar Menjerat Direktur PT ABB

Cek Kosong 1.58 Miliar Menjerat Direktur PT ABB

Matras News, Bekasi – Revitalisasi Pasar Kranji Baru kota Bekasi menjadi buah bibir masyarakat karena tak kunjung selesai pembangunannya. Belum lama terdengar kabar, IH selaku Direktur PT Anissa Bintang Blitar (ABB) digelandang petugas Kejaksaan Negeri Kota Bekasi pada, Kamis (4/7/2024).

Seperti diketahui, IH di tahan terkait proyek Pasar Kranji Baru untuk pengurukan, dan juga cek senilai 1,58 miliar dengan sembilan lembar cek dana kosong.

Ruben Haloho Direktur Utama PT Berkat Putra Utama, selaku pelapor mengatakan, kasus IH sudah saya laporkan 2 tahun lalu. “IH ingkar janji dengan surat perjanjian dengan notaris.

IH pada waktu itu mengatakan, apabila cek tersebut kosong disitu tertulis ia akan menyerahkan ruko sebanyak 9 unit, ternyata pada saat cek itu kosong dia tidak mengakui itu.

Kita juga awalnya bermusyawarah tapi dia tetap bersih keras tidak mengakui, akhirnya saya laporkan ke Polres Bekasi,” terang Ruben.

Selama perjalanan perkembangan ini berjalan terus, dan memang dia (IH) sudah waktunya harus dipidana dan sesuai dengan undang undang yang ada di Indonesia.

Langkah selanjutnya Saya akan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah bagaimana kelangsungan pekerjaan Saya yang pasar. Apa solusi yang akan di lakukan oleh pemda buat Saya,” ucap Ruben kepada matras news, Jumat (5/7/2024).

“Salah satu pejabat terkait juga tadi menjanjikan nanti biaya-biaya yang sudah Saya keluarkan dan hutangnya berupa cek bernilai 1,58 miliar tersebut dia akan mengaudit berapa biaya sebenarnya, apakah sesuai dengan yang Saya laporkan,” tutur Ruben.

Ruben menambahkan,” nah memang niatnya IH sudah mau menipu, cuman kan kita tahu sendiri memang saya liat korbannya sudah banyak, terutama nasib para pedagang sudah 4 tahun tidak ada kejelasan, kapan menikmati pasar yang layak huni.

Saya ambil tindakan ini biar tidak ada korban lagi, karena kalau IH tidak seperti ini pasti akan ada korban baru lagi. Dia (IH) akan cari lagi Investor di iming-iming ternyata di tipu lagi,” ucap Ruben.

“Sebenarnya niatnya itu saja sih, biar tidak ada korban baru lagi. Dan proyek Pasar Kranji Baru ini berjalan.

Saya berharap untuk lebih hati-hati lagi mencari investor, karena ini banyak menyusahkan rakyat kecil,” kata Ruben.

Terpisah, Kuasa Hukum Direktur PT ABB (IH), Bambang Sunaryo menilai penangkapan IH sejatinya dipaksakan. Harusnya taat azas dahulu, diputus dulu dimana perdatanya, dan harus dibuktikan dahulu,” kata Bambang.

“Jangan memakai bahasa pokoknya, karena tidak taat azas, kalau taat azas tidak begitu. Perkara 266 putus dahulu, hasilnya apa putusannya silakan.

Kalau perdatanya betul IH bersalah, silakan ditegakkan hukum itu, biar hukum yang menghukum. Bukan karena kekuasaan yang terlalu besar ini ya begitu,” tegas Bambang kepada matras news, Jumat (5/7/2024).

“Kita ini negara hukum diatur oleh negara, kita taat hukum kok. Tapi pelaksana hukum juga harus taat azas hukum. Saya meminta Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk melepaskan IH.

Saya akan melapor ke Kejaksaan Agung dan sidang akan di awasi oleh Mahkamah Agung supaya peradilan tidak sesat,” ucap Bambang Sunaryo.

Atas penahanan Direktut PT ABB tersebut PJ Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad saat ditemui dalam Pawai Muharam di Alun-alun Kota Bekasi mengatakan, kita akan mengamati dari luar seberapa jauh dampak Pasar Kranji yang harus kita antisipasi, dan akan kami dalami seperti apa,” ucap PJ wali Kota Bekasi pada, Jumat (5/7/2024).