Advertisement Section
Kampung Pemulung di Bekasi Tak Tersentuh Pemerintah, Ini Kata Menteri Bintang

Kampung Pemulung di Bekasi Tak Tersentuh Pemerintah, Ini Kata Menteri Bintang

Matras News, Bekasi – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengunjungi anak-anak yang tinggal di tengah-tengah kampung pemulung, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Rabu (3/7/2024).

Menteri PPPA di dampingi oleh jajaran pejabat Kementerian PPPA bersama Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Selain Budi Sulistyo (Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP), hadir pula Raden Gani Muhamad, Penjabat Wali Kota Bekasi, serta Sekretaris Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hafidz Muksin.

Hadir juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyani, dan sejumlah pemimpin organisasi dan perusahaan, seperti Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI), Perempuan Indonesia Maju, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia, GPHRI, dan Lemonilo.

Kepada Menteri PPPA, Raden Gani melaporkan bahwa jumlah penduduk di Kelurahan Bintara Jaya sekitar 300 kepala keluarga (KK), termasuk di dalamnya keluarga pemulung. Ia menegaskan, Pemkot Bekasi berkomitmen menurunkan tengkes dan kemiskinan ekstrem melalui sejumlah kegiatan.

Namun untuk lokasi kampung pemulung, dia mengakui belum mendapat perhatian khusus. ”Di lokasi ini kami belum banyak memberikan sentuhan karena memang ada kontradiksi dalam regulasi, tapi demi perikemanusiaan tetap kami memberikan sentuhan-sentuhan untuk penunjang kehidupan masyarakat di sini,” terang Raden Gani.

Menteri PPPA menegaskan, semua anak di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab orangtua semata, tetapi juga tanggung jawab semua pihak. Karena itu, semua pemerintah dan masyarakat wajib memberikan dukungan atas pemenuhan hak anak yang terbaik.

”Anak-anak tidak boleh merasa sendiri. Karena orangtua mereka tidak hanya orangtua, tetapi juga semua yang ada di sini adalah orang tua bagi anak-anak, untuk memberikan pendampingan yang terbaik,” kata Bintang.

Bintang mengingatkan tidak hanya akses pendidikan, tetapi juga pencegahan dan perlindungan anak-anak dari sejumlah kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi, serta perlakuan buruk lainnya harus dilakukan semua pihak. ”Ini pekerjaan berat yang harus diselesaikan bersama-sama,” kata Bintang.