MATRASNEWS, BEKASI – Lurah Teluk Pucung, Ismail, diduga terlibat penyimpangan dalam program bantuan sosial (bansos) Tebus Murah Bersubsidi.
Tuduhan ini membuat ratusan warga, tergabung dalam Aliansi Bocah Bekasi, menyampaikan pendapat di depan kantor Kelurahan Teluk Pucung, mendesak Wali Kota Bekasi memecat sang lurah.
Koordinator penyampaian pendapat, Frits Saikat, menilai tidak ada transparansi data penerima bansos Tebus Murah Bersubsidi kepada tingkat RT/RW. “Diduga ada indikasi penyimpangan oleh oknum kelurahan,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Ia, juga memaparkan oknum kelurahan secara sengaja membuat undangan penerima bansos bagi warga yang sudah pindah dan juga sudah meninggal dunia. Sehingga undangan tersebut dapat dialihkan ke orang terdekat oknum kelurahan dengan cara menjual, papar Frits.
Frits juga menjelaskan para RT dan RW di kelurahan Teluk Pucung tidak mengetahui ada program tebus murah tersebut, jelasnya.
Frits berharap atas kejadian ini jangan sampai terulang lagi, baik di kelurahan teluk Pucung dan kelurahan kelurahan lain di Kota Bekasi. Saya menekankan agar Lurah Teluk Pucung, Ismail di pecat.
“Kalau memang ada program dari pemerintah Kota Bekasi seharusnya pihak Kecamatan mengawasi kegiatan tersebut jangan cuma perintah. Agar program pemerintah ini tepat sasaran.
“Kalau cuma perintah namanya Goblok ng bisa kerja” tegas Frits.
Sementara Camat Bekasi Utara, Ikhwanudin Rahmat, yang menerima aspirasi, menyatakan akan melaporkan tuntutan masyarakat kepada Wali Kota Bekasi.
“Saya apresiasi penyampaian pendapat yang kondusif. Ini akan jadi pertimbangan dan akan saya laporkan ke atasan, pungkasnya
Ia mengaku belum mengetahui secara detail persoalan di Kelurahan Teluk Pucung.
Program Tebus Murah Bersubsidi merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bekasi melalui Disdagperin yang digelar 17 Desember lalu.
Cek Berita lain di Google News











