Advertisement Section
Header AD Image

Mendag Luncurkan Core Values BerAKHLAK & Employer Branding Bangga Melayani Bangsa

Matras News – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meluncurkan nilai-nilai dasar (Core Values) Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ di lingkungan Kementerian Perdagangan. Core values ASN “BerAKHLAK” merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ini merupakan tindak lanjut dari Peluncuran Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo pada 27 Juli 2021.

Peluncuran tersebut berlangsung hari ini, Selasa (25/10) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Turut hadir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Abdullah Azwar Anas dan Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian.

“Peluncuran Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar ASN di Indonesia yang Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Saya mengajak seluruh pegawai di lingkungan Kemendag untuk selalu berpegang teguh dan mengimplementasikan Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

ASN, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, diharapkan terus memiliki semangat dan kemampuan yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas baik sebagai abdi negara, abdi pemerintah, maupun abdi masyarakat.

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, Kemendag telah melakukan pengukuran terhadap implementasi core values BerAKHLAK. Secara umum, AKHLAK Culture Health Index di Kemendag adalah “cukup sehat”. Kemendag memiliki tingkat positif energi yang tinggi serta mendukung pencapaian kinerja organisasi yang efektif dan efisien. Kemendag juga telah memiliki DNA of Organization, yaitu organisasi yang memperhatikan profesional yang tergambar pada perilaku pegawai dan budaya kerja sehari-hari.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, tantangan perdagangan ke depan akan semakin berat. Hal tersebut ditandai dengan perlambatan ekonomi akibat pandemi, krisis energi, krisis pangan, dan naiknya harga komoditas penting. Kondisi tersebut tetap harus diwaspadai.

“Untuk itu, diharapkan ASN di Kemendag menerapkan nilai dasar BerAKHLAK agar dapat tercermin kualitas organisasi saat ini dan di masa yang akan datang. Kita berharap agar surplus perdagangan tetap dijaga beriringan dengan stabilnya harga dan ketersediaan barang pokok dan penting di dalam negeri,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga menegaskan, kita tidak bisa bekerja secara konvensional dan klasikal, harus ada upaya untuk memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi serta sumber daya yang ada. ”Kita juga dituntut dapat secara efektif dan efisien merumuskan strategi-strategi yang selanjutnya diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret,” imbuhnya.

Berbagai perubahan pesat yang terjadi saat ini, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, menuntut ASN maupun organisasi birokrasi untuk bergerak cepat guna mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi. Core values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ akan menjadi pilar bagi para ASN untuk berperilaku sesuai dengan harapan organisasi.

“Hadirnya nilai-nilai dasar ASN diharapkan dapat menjadi kekuatan atau inspirasi bagi seluruh ASN untuk tumbuh maju dan berkembang seirama dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Saya selaku pimpinan di Kemendag berharap Saudara dapat bekerja secara jujur, objektif, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif, serta menghindari konflik kepentingan apapun,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Saat ini, ASN sudah memiliki Core Values dan Employer Branding untuk menjadi pendorong atau penyemangat bagi seluruh ASN baik di tingkat pusat hingga daerah. “Saya harapkan seluruh pimpinan di lingkungan Kemendag dapat menjadi tauladan bagi para pegawai dalam mengimplementasikan core values BerAKHLAK serta dapat memonitor implementasinya di masing-masing unit kerja,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Menteri PANRB Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan, Presiden Joko Widodo memberikan arahan tentang reformasi birokrasi yaitu birokrasi yang berdampak atau dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas, serta birokrasi harus lincah dan cepat.

“KemenPANRB memiliki program prioritas, di antaranya pemangkasan proses bisnis layanan kepegawaian; penerapan reformasi birokrasi tematik pada empat kluster prioritas; transformasi profesionalisme ASN berbasis digital yang meliputi penyederhanaan birokrasi dan jabatan fungsional dan penataan tenaga nonASN; akselerasi pembentukan Mal Pelayanan Publik/MPP dan MPP digital di Indonesia; penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik; percepatan penyusunan kebijakan kelembagaan, tata kelola, dan ASN menuju Ibu Kota Nusantara & daerah otonomi baru (DOB ) Papua; serta transformasi sistem pendidikan ASN mendukung reformasi birokrasi tematik,” kata Menteri PANRB Azwar Anas.

Sekretaris Jenderal Suhanto menuturkan, Kemendag telah melakukan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) di lingkungan Kemendag. Tujuannya adalah memberikan gambaran riil tentang kondisi budaya kerja di Kemendag, sehingga hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam implementasi core values BerAKHLAK selanjutnya.

“Dari hasil pengukuran ACHI, Tota Corporate Culture Health Index Kementerian Perdagangan berada pada kategori “Cukup Sehat” dengan BerAKHLAK Implementation Index sebesar 48,3 persen. Setelah peluncuran core values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa ini, Kemendag diharapkan akan secara masif melakukan optimalisasi implementasi program budaya yang terencana, komprehensif, dan berkesinambungan berdasarkan Culture Roadmap yang dimiliki Kemendag,” pungkas Suhanto.

(red)