MATRASNEWS, BEKASI – Lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) yang seharusnya menjadi aset publik, kerap ditemukan dalam keadaan terbengkalai dan tidak termanfaatkan secara optimal.
Padahal, potensi pemanfaatan lahan ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan di luar sektor konvensional seperti pajak kendaraan dan PBB.
Salah satu inisiatif datang dari pemuda Kota Bekasi, Jeffry Hendratmo. Ia secara prosedural menyewa sebuah lahan fasos fasum di Kelurahan Bojong Rawa Lumbu untuk mengadakan kegiatan hiburan bagi masyarakat.
“Ya kalau bisa pemerintah lebih peka. Bahwa pendapatan daerah bukan hanya dari penghasilan pajak kendaraan dan PBB, lahan kosong milik pemerintah seharusnya disewakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya menghibur masyarakat dan mengangkat ekonomi masyarakat, salah satunya pasar malam dan bazar UMKM,” ujar Jeffry, pada Jumat 7 November 2025.
Jeffry menekankan bahwa proses sewanya dilakukan secara transparan. Pembayaran disetor langsung ke kas daerah, bukan kepada oknum tertentu, sehingga memberikan kontribusi langsung bagi keuangan kota.
Melalui langkah ini, Jeffry membuktikan bahwa lahan pemerintah yang mangkrak dapat disulap menjadi ruang publik yang hidup sekaligus mendatangkan pemasukan bagi daerah. Ia mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk lebih agresif dan kreatif dalam mengelola aset-asetnya.
“Ini peluang yang sayang untuk dilewatkan. Selain menambah PAD, juga memutar roda ekonomi lokal dan menyediakan hiburan yang terjangkau bagi warga,” pungkasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan fasos fasum lain, mengubah lahan terlantar menjadi sumber pendapatan dan pemacu ekonomi kerakyatan.
Cek Berita lain di Google News

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg





