Menu

Mode Gelap
Menko Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raup Transaksi Rp23,79 Miliar Halal Bihalal All You Can Eat Hanya Rp100 Ribu di Hotel 88 Bekasi Hadiri HUT ke-1 Danantara, Menteri Ekraf Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor SDIT Ar-Raudhah Bekasi Gelar Ifthar Ramadan SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan

Gaya Hidup Sehat

Primaya Cardiovascular Conference 2025 Hadirkan Terobosan Baru Penanganan Penyakit Jantung

badge-check


					Primaya Cardiovascular Conference 2025 Hadirkan Terobosan Baru Penanganan Penyakit Jantung Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Dalam rangka menyambut Bulan Jantung Sedunia 2025, Primaya Hospital Group menyelenggarakan Primaya Cardiovascular Conference 2025 dengan tema “Beat for Life, Love Your Heart”. Konferensi yang menghadirkan pakar kardiovaskular nasional dan internasional ini mengangkat berbagai inovasi mutakhir untuk meningkatkan harapan hidup pasien jantung di Indonesia.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, data WHO (2023) mencatat 651.481 kematian per tahun, didominasi oleh stroke dan penyakit jantung koroner. Kondisi ini mendorong urgensi untuk meningkatkan layanan kardiovaskular.

“Konferensi ini memastikan standar layanan kardiovaskular di Indonesia terus berkembang seiring kemajuan global. Pasien berhak mendapatkan terapi yang lebih efektif, aman, dan berpusat pada kebutuhan mereka,” tegas dr. Esther Ramono, Chief Medical Officer Primaya Hospital Group, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (25/9).

Sejumlah terobosan dipaparkan, di antaranya:

Ablasi PFA: Teknologi ablasi tanpa panas untuk mengatasi atrial fibrillation yang lebih selektif dan aman, berdasarkan data ADVENT trial.

Precision PCI: Intervensi koroner presisi dengan dukungan pencitraan intravaskular untuk hasil yang lebih personal dan keberhasilan jangka panjang.

Drug-Coated Balloon (DCB): Alternatif stent yang tidak meninggalkan logam di pembuluh darah, dengan risiko perdarahan lebih rendah.

CABG Minimal Invasif: Teknik operasi bypass dengan graft arteri ganda dan protokol pemulihan cepat (ERAS), sehingga pasien pulih lebih cepat.

Meski teknologi kardiovaskular semakin maju, edukasi dan pencegahan tetap menjadi kunci. “Sebagus apa pun teknologinya, pencegahan dan deteksi dini tetap nomor satu. Generasi muda harus sadar akan gaya hidup sehat,” pungkas dr. Esther.

Melalui konferensi ini, Primaya Hospital berharap dapat memperkuat edukasi publik dan kolaborasi antar-tenaga medis untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia.

 

Baca Lainnya

DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Campak Serentak Sepanjang Maret 2026

13 Maret 2026 - 02:49 WIB

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar imunisasi kejar campak serentak atau Catch Up Campaign sepanjang Maret 2026

Primaya Hospital Kelapa Gading Luncurkan Layanan GERD dan Dialisis Modern

11 Maret 2026 - 02:14 WIB

Primaya Hospital Kelapa Gading Luncurkan Layanan GERD dan Dialisis Modern

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Trending di Gaya Hidup Sehat