MatrasNews, Bekasi – Setelah bertahun-tahun mangkrak, pembangunan Pasar Kranji Baru akhirnya menunjukkan progres yang signifikan. Pengecoran dan pengerjaan struktur bangunan mulai terlihat, memberikan harapan baru bagi ribuan pedagang yang telah menanti kepastian.
Rosmawansyah Mahadi (Wawan), Ketua Rukun Warga Pedagang (RWP) Pasar Kranji, mewakili seluruh pedagang menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan pemerintah terkait kelanjutan proyek ini.
“Kami menunggu dan menghormati keputusan pemerintah. Terakhir, kami sudah rapat bersama Pemkot, Inspektorat, dan DPRD pada Februari lalu. Pasar ini menunggu adendum, yaitu tambahan dari perjanjian kerja sama,” ujar Wawan pada, Senin 14 Juli 2025.

Wawan menegaskan bahwa hak-hak pedagang, khususnya yang telah membayar uang muka (DP), harus dilindungi.
Baca Juga : Pedagang Pasar Kranji Nyusut 50 Persen, Pemkot Bekasi Dinilai Gagal Revitalisasi Pasar Kranji
Ia (wawan) memaparkan bahwa pembayaran DP oleh pedagang beragam ada yang sudah lunas, ada yang mencapai 80 persen, dan ada yang baru 50 persen.
“Yang pasti, saya mewakili seluruh pedagang menyampaikan bahwa tidak boleh ada yang dirugikan. DP yang sudah dibayar dan tercatat harus diakui, tidak boleh di-reset dari nol lagi. Itu akan sangat merugikan,” tegasnya kepada matrasnews.com.
Wawan berharap, setelah adendum dan Surat Perintah Lelang (SPL) turun, pembangunan bisa dikebut.
“Kalau melihat progres sekarang, sudah ada pengecoran. Mudah-mudahan, begitu adendum dan SPL keluar, pengerjaan dipercepat.
Menurut informasi, targetnya dua tahun selesai. Semoga bisa lebih cepat dengan pengawasan ketat dari Pemkot dan manajemen konstruksi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa para pedagang, yang telah menunggu hampir lima tahun, sangat berharap pasar segera beroperasi.
Sementara, berdasarkan data RWP Pasar Kranji Baru, total unit yang tersedia meliputi kios, los, dan ruko sebanyak 1.972 unit.
Keberlanjutan pembangunan ini menjadi angin segar bagi pedagang yang menginginkan kepastian setelah penantian panjang.
“Kami senang melihat progres ini. Ini adalah harapan baru bagi kami,” pungkas Wawan.
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, diharapkan Pasar Kranji Baru segera rampung dan menjadi pusat perekonomian baru yang mendukung roda perputaran usaha di Bekasi.












