Menu

Mode Gelap

News

Wijayanto Samirin Ekonom Universitas Paramadina: Noel Alarm Bahaya Bagi Prabowo

badge-check


					Wijayanto Samirin Ekonom Universitas Paramadina: Noel Alarm Bahaya Bagi Prabowo Perbesar

Matras News, Jakarta – Kasus penangkapan Emmanuel Ebenezer atau Noel, aktivis 98 sekaligus Wakil Menteri, dinilai menjadi alarm bahaya bagi Presiden Prabowo dalam agenda pemberantasan korupsi dan implementasi program-program strategis pemerintah.

 

Menurut Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, momentum ini hadir di tengah komitmen Presiden yang selalu menegaskan perang terhadap korupsi di berbagai kesempatan. “Dalam pidatonya, Presiden kembali menegaskan komitmen memberantas korupsi, bahkan mengancam seluruh jajarannya agar menjauhi perilaku koruptif. Ia sendiri berjanji akan memimpin upaya mengejar koruptor hingga ke Antartika,” tegas Wijayanto.

iKLAN SWISSBELL BANDUNG

 

Namun, kasus Noel justru menunjukkan betapa sulitnya memberantas korupsi. Wijayanto menegaskan bahwa Noel yang seharusnya melindungi kepentingan rakyat malah justru memeras mereka dengan menaikkan tarif sertifikat K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dari Rp275.000 menjadi Rp6 juta per sertifikat.

 

Alih-alih memperbaiki birokrasi, Noel justru meneruskan praktik lama bahkan meminta bagian dari aliran dana korupsi.

 

“Lebih ironis lagi, praktik tersebut melibatkan ASN hingga pejabat eselon II, dan dilakukan sejak bulan pertama ia menjabat,” ujar Wijayanto. Ia menambahkan, banyak pihak meyakini posisi Wakil Menteri hanya dijadikan batu loncatan untuk melakukan korupsi.

 

Situasi ini, lanjutnya, tidak berdiri sendiri. Pada saat bersamaan, Kementerian Agama juga tengah diperiksa KPK terkait kuota haji, sementara Kementerian Komunikasi dan Digital ditelisik terkait kasus perlindungan judi online. “Korupsi telah mengakar, hingga muncul kesan bahwa pemerintah kita telah menjelma menjadi ‘Pemerintahan Wani Piro’: values (nilai-nilai) dibuang, digantikan value (nilai uang). Segalanya serba pragmatis dan transaksional,” jelasnya.

 

Wijayanto menilai kondisi ini sangat berisiko bagi Presiden Prabowo, mengingat gaya kepemimpinannya yang identik dengan program masif, berbiaya tinggi, dan berdampak luas dalam waktu singkat. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis senilai Rp335 triliun per tahun,

 

Program Kopdes Merah Putih, hingga target pembangunan 3 Juta Rumah. “Bagaimana jika terjadi korupsi sistemik? Bagaimana jika masyarakat gagal membayar cicilan KPR bersubsidi? Yakinkah perbankan kita siap menghadapi tsunami kredit macet?” ungkapnya penuh tanda tanya.

 

Risiko tersebut, menurutnya, tidak serta merta muncul tahun ini, melainkan mungkin baru terasa pada 2027 atau 2028 saat kondisi ekonomi bisa jadi belum lebih baik dan Indonesia memasuki tahun politik. “Pertanyaannya, apakah Pemerintah dan Presiden sudah mengantisipasi?” tegasnya.

 

Wijayanto kemudian mengingatkan bahwa pemerintah perlu menyesuaikan program dengan kapasitas fiskal dan kemampuan birokrasi agar tidak overstretched. “Ada ribuan, bahkan puluhan ribu, ‘Noel’ di Indonesia. Keberadaan mereka memiliki daya rusak tinggi. Program yang baik dan mahal bisa menjadi buruk dan murahan,” jelasnya.

Ia pun menutup dengan peringatan keras: “Tidak perlu mengejar koruptor sampai ke Antartika, karena kebanyakan justru ada di ‘antar kita’. Presiden Prabowo perlu melakukan bersih-bersih sejak dini. Tertangkapnya Noel harus dimaknai sebagai alarm bahaya yang wajib segera direspons, jika tidak ingin bangsa kita celaka.”

Baca Lainnya

Kota Bekasi Siapkan Rp180 Miliar untuk Turunkan Kabel Bawah Tanah, Dimulai 2026

5 Desember 2025 - 02:30 WIB

WhatsApp Image 2025 12 05 at 02.27.28

Dalih Pemangkasan Transfer ke Daerah, Purbaya: Korupsi dan Belanja Tidak Efisien

5 Desember 2025 - 02:23 WIB

Dalih Pemangkasan Transfer ke Daerah Purbaya Korupsi dan Belanja Tidak Efisien

Peduli Banjir dan Tanah Longsor, Yayasan Cahaya Insan Kamil Open Donasi

5 Desember 2025 - 02:16 WIB

Peduli Banjir dan Tanah Longsor, Yayasan Cahaya Insan Kamil Open Donasi

Satgas PKH Tutup 55 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

4 Desember 2025 - 16:25 WIB

1764839526366 copy 808x608

Ketua RT 02 Gugat RW 18 Cengkareng ke Pengadilan, Tuntut Transparansi Dana Warga

4 Desember 2025 - 10:52 WIB

1764818989924 copy 1993x1403
Trending di News
error: Matras News