Kesenjangan Pemberdayaan dan Diplomasi
Data menunjukkan partisipasi angkatan kerja perempuan meningkat menjadi 56,63%, namun masih tertinggal jauh dibanding laki-laki (84,40%).
Selain itu, posisi Indonesia dalam Global Gender Gap Index masih tertahan di peringkat 90, dengan kesenjangan terbesar pada pemberdayaan politik. “Ini PR utama perempuan Indonesia,” tegas Dr. Prima Naomi. Dalam diplomasi, Dr. Peni Hanggarini mencatat hanya sekitar 13% dari total duta besar yang merupakan perempuan. Ia mengingatkan warisan perjuangan tokoh seperti Maria Ulfah Subadio belum sepenuhnya terbayar.
Kesimpulan
Diskusi menegaskan bahwa makna kemerdekaan bagi perempuan adalah kesetaraan kesempatan untuk memimpin dan berkontribusi. Universitas Paramadina menekankan pentingnya penguatan partisipasi perempuan guna mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.