MATRASNEWS, SUKABUMI – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan belum dapat memastikan kebenaran laporan penampakan dan jejak yang diduga berasal dari Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) di kawasan hutan Sukabumi.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi sejumlah laporan warga yang mengklaim melihat satwa serta menemukan jejak kaki mirip harimau langka tersebut. Otoritas konservasi menegaskan bahwa klaim keberadaan satwa yang dinyatakan punah tersebut memerlukan verifikasi ilmiah yang ketat.
“Kami apresiasi kewaspadaan masyarakat, tetapi bukti ilmiah seperti foto, video, atau temuan lain yang dapat diverifikasi para ahli mutlak diperlukan,” jelas Kepala BBKSDA Jawa Barat, melalui keterangan resminya.
BBKSDA juga mengingatkan agar isu satwa langka tidak dimanfaatkan secara sembarangan, khususnya untuk mendorong kunjungan wisata yang tidak terkendali. Pihaknya menegaskan, jika suatu kawasan terbukti memiliki nilai konservasi tinggi, maka pengelolaan wisata alam harus mengutamakan tiga prinsip utama: perlindungan ekosistem, keselamatan pengunjung, dan keberlanjutan habitat.
“Pendekatan pariwisata harus berbasis konservasi. Potensi alam dijaga, tetapi keseimbangan lingkungan tidak boleh terganggu,” tegasnya.
Harimau Jawa merupakan subspesies harimau yang dinyatakan punah oleh IUCN sejak tahun 2008. Penemuan kembali satwa ini akan menjadi temuan sensasional di dunia konservasi. BBKSDA mengimbau masyarakat untuk melaporkan temuan disertai bukti yang jelas dan menghindari spekulasi yang dapat menimbulkan kepanikan atau eksploitasi habitat.
Cek Berita lain di Google News











