Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

News

Hari Kontrasepsi Sedunia 2025: Wujudkan Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045

badge-check


					Hari Kontrasepsi Sedunia 2025: Wujudkan Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045 Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Dunia memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) setiap tanggal 26 September. Peringatan yang digagas sejak 2007 ini tahun ini mengusung tema nasional “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Wahidin, menegaskan bahwa perencanaan keluarga melalui kontrasepsi adalah kunci strategis untuk mencetak generasi unggul dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa kontrasepsi bukanlah hal baru dan telah menjadi bagian dari peradaban manusia.

“Sejak abad ke-19, upaya mengendalikan kelahiran sudah dikenal. Kontrasepsi modern berkembang pesat sejak 1950-an,” ujar Wahidin dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (16/9).

Wahidin juga memaparkan capaian transisi demografi Indonesia. Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total Indonesia saat ini berada di angka 2,11, hampir menyentuh target ideal 2,1. Namun, ia mengakui masih adanya kesenjangan antar daerah.

“Sebanyak 19 kabupaten/kota TFR-nya di bawah 2, sementara daerah lain masih tinggi. Di daerah tinggi, percepatan program KB harus jadi prioritas,” jelasnya.

Manfaat kontrasepsi, lanjut Wahidin, bersifat ganda. Secara mikro, ia meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Secara makro, setiap investasi satu dolar untuk program KB dapat memberi manfaat hingga 120 dolar bagi pembangunan nasional, termasuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

BKKBN memastikan bahwa pilihan kontrasepsi sepenuhnya berada di tangan masyarakat dengan didukung konseling berkualitas. Layanan dan edukasi KB akan terus diperkuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Pengendalian penduduk adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Jika program KB berhasil, program lain akan lebih mudah tercapai,” pungkas Wahidin.

 

Baca Lainnya

Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru

9 Maret 2026 - 01:28 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin”

9 Maret 2026 - 01:05 WIB

Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

8 Maret 2026 - 03:35 WIB

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an

7 Maret 2026 - 03:11 WIB

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur'an

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

7 Maret 2026 - 02:57 WIB

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura
Trending di News