Penandatanganan R/D jadi landasan kerja sama teknis 36 bulan. Fokus pada perencanaan feeder, simpul antarmoda, dan model bisnis berkelanjutan.
MATRASNEWS, JAKARTA – Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) Kementerian Perhubungan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) memperkuat kerja sama peningkatan transportasi publik di kawasan Jabodetabek. Penandatanganan Record of Discussions (R/D) untuk Project for Improvement of Public Transportation in Jakarta Metropolitan Area berlangsung di Kantor Ditjen Intram, Jakarta, Rabu (26/8).
Kerja sama teknis selama 36 bulan ini mengarah pada penguatan perencanaan dan integrasi transportasi publik. Proyek ini juga mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. R/D menjadi dasar pelaksanaan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan JICA.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, menyatakan proyek ini langkah konkret mewujudkan sistem transportasi publik terintegrasi, aman, andal, inklusif, dan berkelanjutan.
Risal menjelaskan tiga keluaran utama proyek. Pertama, peningkatan kapasitas perencanaan transportasi pengumpan (feeder) melalui penyusunan rencana layanan dan buku panduan operasional. Kedua, perencanaan simpul transportasi antarmoda (intermodal transport hub) responsif gender dengan pedoman teknis. Ketiga, penyusunan model bisnis dan skema pendanaan, termasuk pembagian peran pemangku kepentingan dan rekomendasi kebijakan.
Implementasi proyek mencakup pilot study di wilayah kandidat, meliputi Kota/Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang Selatan, dan/atau Kabupaten Tangerang. Uji coba ini memvalidasi metodologi perencanaan sebelum penerapan skala lebih luas . Penyusunan R/D merupakan hasil pembahasan lanjutan setelah Detailed Planning Survey dan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) pada Desember 2025.











Komentar ditutup.