Menu

Mode Gelap
Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

Bisnis

Kampung Wisata Keramik Dinoyo Buka Peluang Baru bagi UMKM


					Kampung Wisata Keramik Dinoyo Buka Peluang Baru bagi UMKM Perbesar

Matras News, Malang – Digitalisasi yang diterapkan Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang, Jawa Timur, akan membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), karena berhasil mengangkat warisan budaya bangsa ke pasar global.

Demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam acara “Upscaling UMKM Digital: Digitalize Culture through Technology” di Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu 4 Januari 2025.  

“Kampung Wisata Keramik Dinoyo adalah bukti nyata bagaimana digitalisasi dapat mengangkat warisan budaya ke pasar global, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang baru bagi masyarakat,” ujar Menkomdigi.

Menurut Meutya pemerintah berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai upaya, termasuk dengan menggelar acara literasi digital bertajuk Upscalling UMKM Digital, yang digelar di berbagai daerah.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 pelaku UMKM lokal ini bertujuan memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis melalui adopsi teknologi digital.  

Dalam acara Menkomdigi melakukan dialog interaktif dengan para pelaku UMKM Kampung Dinoyo dan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan skala (upscale) budaya lokal.

Kampung Dinoyo sendiri memiliki 23 kios UMKM yang menghasilkan dan menjual empat sampai lima juta keramik dengan rata-rata omset mencapai Rp20 – 24 juta. UMKM ini membantu meningkatkan ekonomi Kampung Dinoyo sebesar 40 persen.

Menkomdigi juga membekali para pelaku UMKM Kampung Dinoyo dengan pelatihan penggunaan platform digital, termasuk e-commerce, media sosial, dan aplikasi pembayaran.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing UMKM kita,” tegasnya. 

Pemerintah juga menunjukkan komitmennya melalui peluncuran program berkelanjutan yang mendukung UMKM dengan penyediaan infrastruktur internet andal di kawasan wisata.  

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal memberdayakan masyarakat dan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif,” jelas Meutya.

Menkomdigi yakin langkah ini dapat menginspirasi UMKM lainnya di seluruh Indonesia untuk melakukan transformasi digital.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, kita bisa menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global,” tutup Meutya Hafid.

Baca Lainnya

Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta

7 Maret 2026 - 19:20 WIB

Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta

Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

7 Maret 2026 - 02:25 WIB

Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

Hyper Mega Shipping Umumkan Fokus Strategis dan Ekspansi Internasional untuk Tahun 2026

6 Maret 2026 - 02:42 WIB

Hyper Mega Shipping Umumkan Fokus Strategis dan Ekspansi Internasional untuk Tahun 2026

Perumda Tirta Patriot Luncurkan Forum RW Berbasis Pelanggan

5 Maret 2026 - 21:16 WIB

Ratusan Ribu Mitra Gojek Dapat Bonus Hari Raya

5 Maret 2026 - 01:17 WIB

Trending di Bisnis