Matras News, Jakarta – Ruang kerja Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI), resmi ditempati. Hal itu dikatakan Ki Kusumo kepada awak media, di Gedung H. Usmar Ismail, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan pada, Senin 10 Maret 2025.
Menurut Ki Kusumo, ditempatinya kantor Pengurus Besar, Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PARFI ke 69.
Namun sebelum ditempati, ujar Ki Kusumo, maka dipastikan bahwa semua ruang kerja di lantai empat, khususnya di PB PARFI, harus dilakukan penyisiran ruang kerja terlebih dahulu, menggunakan anjing pelacak.
Kita hanya kuatir, adanya dugaan penyalahgunaan obat – obat terlarang, baik sengaja maupun tidak.
Artinya, bahwa ujar Ki Kusumo, Kami tidak ingin ada dugaan sisa-sisa obat terlarang yang tersimpan di salah satu ruang kerja, baik di sengaja maupun tidak di sengaja.
Karena itu ujar Ki Kusumo, Kami ingin agar suasana ditempat kerja, harus benar -benar steril dan nyaman dari segala macam bentuk “titipan” obat terlarang.
” Lebih lanjut, Ki Kusumo mengatakan, bahwa dengan bantuan Mabes Polri, maka semua ruang kerja dilacak polisi, dengan menggunakan anjing pelacak, guna mencegah adanya “dugaan” penyalah gunaan obat terlarang.
Oleh karena itu, tutur Ki Kusumo, semua ruang kerja di PB PARFI harus steril dari Narkoba. Lebih lanjut, Ki Kusumo menegaskan, bahwa PB PARFI mulai hari ini, menyerukan agar setiap Pengurus PARFI, harus mampu mencegah adanya penyalah gunaan obat – obat terlarang, seperti: ganja, sabu, dan sejenisnya di lingkungan PARFI.
Saya ingin katakan, bahwa PARFI hari ini, bukan lagi mencari keuntungan pribadi, tetapi kebersamaan di PB PARFI, pada hakekatnya adalah: menciptakan rasa nyaman bagi kesejahteraan anggota, tutur Ki Kusumo.
Pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, merupakan program pemerintah yang harus didukung oleh PB PARFI.
Artinya, bahwa ketika pemerintah ingin memutuskan “mata rantai, penyalahgunaan obat – obat terlarang, maka PB PARFI dengan sendirinya, harus ikut mendukung penuh pemerintah. S
Sebagai insan film, PB PARFI tetap mendukung program pemerintah, dalam usaha menghentikan semua pemakaian narkoba, yang selama ini dirasakan telah merusak generasi anak bangsa.
Oleh sebab itu, usaha – usaha preventif (pencegahan) terhadap masuknya, “obat haram” itu perlu Kita antisipasi semaksimal mungkin,” ujar Ki Kusumo.
Dia menambahkan, bahwa kedepan PB PARFI harus mengambil “peran” untuk menciptakan suasana lingkungan hidup yang kondusif, guna menjaga Marwah dan martabat insan film Indonesia, disamping ikut bekerja sama dengan pihak – pihak terkait, dalam usaha menciptakan lingkungan yang bersih dari jeratan narkoba.
Dengan begitu, tutur Ki Kusumo, PARFI sebagai institusi budaya dan seni, mampu memberikan kontribusi ekonomi kreatif terhadap kemajuan Perfilman di tanah air.
Sehingga kedepan, “wajah” perfilman Indonesia, dapat dicintai di negeri nya sendiri, sekaligus bisa mendapat perhatian dan penghargaan dari Manca Negara, papar Ki Kusumo.
Pada HUT ke 69 PARFI pada, Senin 10 Maret 2025, PB PARFI juga turut mengundang, lima puluh anak- anak Yatim-Piatu dalam rangka buka puasa bersama di Kantor PB PARFI lantai 4.
Menurutnya, membagi rasa kebahagiaan dengan anak-anak Yatim Piatu, sungguh, amat menyenangkan, dan semata – mata hanya mengharapkan Ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, ungkap Ki Kusumo, Ketua Umum PARFI Terpilih periode 2025-2030.
Tidak kalah penting, nampak hadir di HUT PARFI ke 69, diantara nya, Ketua Dewan Kehormatan, Aspar Paturusi, juga para mentor di “tubuh PB PARFI periode 2025-2030, seperti: Kamel Marvin, Sekretaris Umum Parfi, Syaiful Amri, Hasannudin Nasution, Rajab Dojo, artis dan pelawak Memet, semua pengurus PARFI dan anggota, turut serta ikut buka puasa bersama dengan anak-anak Yatim-Piatu.











