Matras News – Tim sepakbola putra Sulawesi Tengah (Sulteng) memilih untuk melakukan walkout (WO) saat bertanding PON 2024 melawan sang tuan rumah, Aceh di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9).
Keputusan tersebut mereka ambil setelah hanya terdapat delapan pemain tersisa pada tim Sulteng setelah tiga kartu merah dilayangkan kepada mereka.
Selain itu, wasit yang memimpin laga, Eko Agus Sugiharto, mendapatkan tinju di wajahnya dari pemain Sulteng hingga terkapar setelah memberikan penalti kepada Aceh.
Buntut dari kejadian ini diduga berasal dari kekesalan pemain Sulteng yang merasa sang wasit “berpihak” kepada tim tuan rumah.
Sebelumnya, Sulteng berhasil unggul 0-1 hingga mendekati akhir pertandingan. Naas, sebuah handball di dalam kotak penalti membuahkan Aceh sebuah kesempatan untuk melakukan penalti yang akhirnya menyeimbangkan kedudukan.
Sulteng dan Aceh pun harus melanjutkan pertandingan menuju babak tambahan. Akan tetapi, tim Sulteng lebih memilih untuk mengundurkan diri sehingga Aceh dapat lanjut menuju semi-final.











Komentar ditutup.