Matras News – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi 150 komika yang sudah mendaftarkan diri dalam lomba Stand Up Comedy MPR Kritik MPR. Dari 150 pendaftar, terpilih 35 stand up comedian yang mengikuti babak penyisihan pada hari ini, Senin (21/3/22) di Gedung MPR RI. Dari babak penyisihan tersebut dipilih 10 besar yang akan maju ke babak final yang diselenggarakan pada Selasa, 29 Maret 2022 di Gedung MPR RI.
“Juara 1 dengan nilai 360 poin dimenangkan oleh komika Citra Sari yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta. Juara 2 dengan nilai 286 poin dimenangkan Rizky Shandi, mendapatkan hadiah Rp 15 juta. Juara 3 dengan nilai 282 poin dimenangkan oleh Muklis Milu mendapatkan hadiah Rp 10 juta,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (29/3/2022).
“Sementara juara favorit diraih oleh Intan Latut Tuti, mendapatkan motor listrik Bike Smart Elektrik. Pemenang pertama, kedua dan ketiga ditambah bonus masing-masing Rp 5 juta,” lanjutnya.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, Ham, dan Keamanan ini menjelaskan, Stand Up Comedy MPR RI Rumah Kebangsaan merupakan lomba ketiga stand up comedy yang ia selenggarakan. Sebelumnya pada Agustus 2018 dan Agustus 2019 sebagai Ketua DPR RI dirinya juga pernah menyelenggarakan lomba Stand Up Comedy Kritik DPR RI.
“Lomba Stand Up Comedy Kritik DPR RI turut membantu melahirkan nama-nama besar komika yang saat ini berjaya. Antara lain Marshel Widianto yang menjadi juara 2, dan Kiky Saputri yang saat itu menjadi juara 3. Karena kita berharap melalui lomba Stand Up Comedy MPR RI Rumah Kebangsaan, bisa kembali memberikan kesempatan kepada para komika pemula agar bisa sukses berkarir di bidang stand up comedy,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, HAM, dan Keamanan ini menerangkan, kehadiran lomba stand up comedy bukan semata sebagai tontonan yang menghibur. Namun dari setiap materi yang ditampilkan para peserta, selalu sarat dengan pesan kebangsaan yang bisa dijadikan pelajaran bagi semua anak bangsa.
“Stand up comedy yang sedang booming dalam dunia hiburan masyarakat, juga telah menjadi media baru dalam penyampaian pesan kebangsaan, khususnya bagi para milenial. Melengkapi berbagai media penyampaian pesan lainnya seperti demonstrasi, audiensi, maupun penandatanganan petisi,” pungkas Bamsoet.
(her)











Komentar ditutup.