Matras News, Jakarta – Seiring dengan perkembangan zaman, kegiatan Majelis Ta’lim Darul Mutaqqin, kini sedang menata sebuah “Pendopo”, Untuk dijadikan sebagai sarana ibadah ( Mushollah) yang paripurna ( lengkap).
Kita membutuhkan orang – orang yang berjiwa sosial, saling tolong menolong, apalagi sesama umat islam. Oleh karena itu, agar kesadaran gotong royong harus ditumbuhkan melalui kegiatan Majelis Ta’lim.
Hal itu dikatakan KH.DR.Firdaus.Turmudzi.S.ag.M.Hum, di Pengajian Pendopo, Majelis Ta’lim Darul Mutaqqin di Cilandak Timur, Jeruk Purut, RT 03 RW 003 Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada, Kamis 12 Desember 2024.
Menurut Firdaus Turmudzi, kesadaran menjaga lingkungan, terutama tempat ibadah seperti, melakukan kegiatan Pengajian, memberikan santunan kepada sesama warga di lingkungan Rukun Tetangga (RTRW), terus – menerus harus dilakukan, tutur Firdaus Turmudzi.
Kegiatan Majelis Ta’lim yang sering dilaksanakan, tutur Firdaus Turmudzi, tidak sekedar menjadi rutinitas pengajian, namun lebih dari itu, perlu diciptakan kesadaran bersama.
Artinya, ungkap Firdaus Turmudzi, Majelis Ta’lim merupakan bagian dari Syiar Islam, walaupun hanya di lingkungan Warga, namun harus ditumbuhkan kesadaran gotong royong.
Lebih lanjut, Firdaus Turmudzi, mengatakan, Majelis Ta’lim tidak sekedar untuk kegiatan pengajian, tapi juga sebagai sarana pendidikan mental (agidah).
Oleh sebab itu, tutur Firdaus Turmudzi, Majelis Ta’lim Darul Mutaqqin harus” menerobos poros zaman, seperti: melakukan kegiatan dibidang ekonomi kreatif di lingkungan warga.
Dia menambahkan, bahwa menumbuhkan sifat gotong royong, terutama merintis, menabung logistik bahan pangan, seperti: beras, maupun kebutuhan pokok rumah tangga lainnya.
Dengan begitu, Warga di lingkungan RT dan RW tidak melulu mengharapkan bantuan dari Kelurahan, tegas Firdaus Turmudzi, dalam tausiahnya usai pengajian di Pendopo, Majelis Ta’lim Darul Mutaqqin. — Islam sebagai Agama Rahmatanlil Alamiin, mengajarkan kepada kita, agar umatnya lebih mengutamakan “memberi, menolong sesama” ketimbang selalu mengharap, ujar Firdau Turmudzi.
Sementara itu ditempat yang sama, Adang.Skm.M.Kes, mengatakan, bahwa Darul Mutaqqin, sudah ada sejak 10 tahun lalu, kini kegiatan ibadahnya, didalam bangunan “Pendopo”.
Mula – mula bangunan ini diperuntukan bagi warga yang “mengungsi” karena banjir saat musim hujan. Dalam perjalanannya, kata Adang, rencana ingin membangun Pendopo- Darul Mutaqqin akan ditingkatkan statusnya, menjadi sebuah Mushollah yang parmanen.
Namun disana – sini”, selalu saja ada kendala dan hambatan yang kami hadapi, antara lain. Kami tidak memiliki akses komunikasi secara langsung dengan pihak-pihak, diluar sana”, terkait rencana pembangunan (fisik-red) pendopo menjadi Mushollah.
Oleh karena itu, ungkap Adang, yang juga sebagai sala satu penanggungjawab Majelis Darul Mutaqqin, sangat berharap, agar kaum muslimin “diluar sana”, kiranya bisa berpartisipasi, ikut membangun Mushollah, Majelis Darul Mutaqqin, ujar Adang.
Disatu sisi, dipemukiman padat penduduk ini, Warga selalu mengeluh ketika musim hujan tiba. – Selaku Ketua Rukun Tetangga (Ketua RT- 03 RW 003), Jeruk Purut, di jalan NIS, Cilandak Timur, banjir sudah merupakan rutinitas kegiatan kami, saat musim penghujan tiba, Ungkap Nistya Mulyaningsih, Spd kepada, matrasnews.com.
Menurut Nistya Mulyaningsih, jika sudah musim hujan tiba, warga selalu “dihantui” datangnya banjir. Oleh karena itu, pinta Nistya, perlu ada perhatian dari semua pihak, khususnya Pemda Kota Jakarta Selatan, agar bisa mengatasi permasalahan yang dirasakan warga Jeruk purut – CilndakeTimur.











