Dr. Angelina Nath Hanh Le dari University of Economics Ho Chi Minh City mengaitkan pendidikan wirausaha dengan Marketing 7.0 yang menekankan empati dan autentisitas. Ia mengingatkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan output sempurna, aspek manusia tetap pembeda penting. “Something real, something imperfect, is more important than something that looks very perfect,” tegasnya.
Sementara itu, Adrian Azhar Wijanarko, MM dari Universitas Paramadina mengupas inklusi keuangan UMKM. Ia mengungkap bahwa tantangan pembiayaan UMKM bukan ketiadaan dana, melainkan persoalan bankability. Banyak UMKM tidak memiliki agunan dan pencatatan keuangan yang terdokumentasi.
Forum mencatat peluncuran International Research Group for Entrepreneurship & SME (IRGESME) yang diketuai Dr. Iyus Wiadi. Kelompok riset ini diarahkan mengembangkan publikasi dan kolaborasi internasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Kabinet Indonesia Maju, Sandiaga Uno, mengusung prinsip “Think global, act local.” Menurutnya, teknologi seperti AI dan robotika harus dimanfaatkan mempercepat kreativitas dan inovasi.
Senada, founder Trusmi Group Ibnu Riyanto menilai memperluas jaringan adalah strategi penting. “Pak Sandiaga Uno menjadi salah satu sosok yang saya jadikan teladan dalam membangun bisnis,” ujarnya.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.