Menu ✖

Breaking News

News

Pemkot Bekasi Gelar Hari Otonomi Daerah

badge-check

Pemkot Bekasi Gelar Hari Otonomi Daerah Perbesar

Matras News, Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Formkopimda) Kota Bekasi menyelenggarakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi yang menjadi pembina upacara membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Tema peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2024 adalah “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat.”

Tema ini dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran jajaran pemerintah daerah akan sebuah amanah untuk menjalankan terciptanya masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Junaedi menyebutkan, perjalanan kebijakan otonomi daerah selama ini menjadi momentum untuk memaknai kembali arti dan filosofi.

“Memungkinkan pemerintah daerah memiliki hak dan kewajiban otonom dalam mengatur urusan pemerintahan demi kepentingan masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Junaedi.

Otonomi daerah dirancang untuk mencapai 2 tujuan utama yaitu kesejahteraan dan demokrasi. Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pelayanan publik secara efektif melalui inovasi kebijakan pemerintah yang menekankan kepada kekhasan daerah, juga memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan.

Dalam konteks ekonomi hijau, satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai Visi 2045 adalah memberikan ruang bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan sumber daya alam secara efisien dengan berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui seperti pertambangan.

Setelah 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif berupa angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kemampuan fiskal.

Pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan PAD-nya diharapkan dapat memanfaatkan program pembangunan dan kesejahteraan rakyat sehingga bisa meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas, dan akses infrastruktur yang baik.

Sementara itu, pemerintah daerah yang PAD-nya masih rendah diimbau untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam menggali berbagai potensi PAD yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Tampung 900 Jemaah

17 Okt 2026 - 00:11 WIB

Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Tampung 900 Jemaah

Penerimaan Cukai Tembus Rp240,1 Triliun

16 Okt 2026 - 05:26 WIB

Penerimaan Cukai Tembus Rp240,1 Triliun

Pertamina Imbau Warga Bali Tak Timbun BBM Subsidi saat Distribusi Kembali Normal

16 Okt 2026 - 05:24 WIB

Pertamina Imbau Warga Bali Tak Timbun BBM Subsidi saat Distribusi Kembali Normal

Rieke Diah Pitaloka Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Desak Pengusutan Menyeluruh

15 Okt 2026 - 00:25 WIB

Rieke Diah Pitaloka Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Desak Pengusutan Menyeluruh

Populasi Satwa Liar Dunia Turun 73 Persen, Mampukah Indonesia Menyelamatkan Habitat?

15 Okt 2026 - 00:24 WIB

Populasi Satwa Liar Dunia Turun 73 Persen, Mampukah Indonesia Menyelamatkan Habitat?
Trending di News