Menu

Mode Gelap
Calung Komedi Oke Garut PasKi Jabar Tampil Memukau di Jakalcer Fest Kemenag dan APRI Gelar Nikah Fest, Fasilitasi 50 Pasangan Kurang Mampu Pullman Jakarta Hadirkan Cita Rasa Mediterania Autentik Menikmati Senja Rasa Sajian Nusantara di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Kota Bekasi Raih Juara Fashion di Sunda Karsa Fest 2026 Citadines Antasari Jakarta Rayakan HUT Jakarta dengan Ondel-Ondel Ramah Lingkungan

News

Pendaki Asal Tanggerang Meninggal di Gunung Lawu

badge-check


					Pendaki Asal Tanggerang Meninggal di Gunung Lawu Perbesar

Matras News – Seorang pendaki dari rombongan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Mambong, Salatiga meninggal usai mengalami hipotermia di puncak Gunung Lawu, Karangayar, Jawa Tengah.

Yusuf, 40, pendaki asal Tengerang, Banten yang menjadi bagian dari rombongan 115 santri Ponpes Mambong ini meninggal pada Senin pagi, 28 Februari setelah mengalami kedinginan akut (hiportemia). Nyawanya gagal ditolong Tim Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) yang membawanya sampai Puskesman Tawangmangu.

Rombongan santri dan pengasuh ponpes tersebut mendaki Gunung Lawu sejak Sabtu, 26 Februari. Tujuan gelar doa di atas gunung, sekaligus kegiatan cinta alam.

“Dari santri Mambong kami dapat keterangan, bahwa tujuan rombongan hendak melakukan ritual doa-doa dan sekaligus kegiatan cinta alam di Gunung Lawu. Sedianya Senin, 28 Februari mereka memang turun dari puncak,” kata salah satu relawan Budi.

Sayangnya, kegiatan pendakian tidak sesuai harapan. Sesampai pos 4 sekitar pukul 01.30 WIB Yusuf mengalami Hipotermia kedinginan akut. Pertolongan para santri, dengan membuat api unggun tidak mampu meredakan kesakitan yang diderita korban.

Karena itu mereka memutuskan harus ada yang turun untuk meminta SAR Lawu, yang kemudian melepas 70 relawan naik ke Pos 4, guna memberikan pertolongan dan sekaligus mengevakuasi korban.

“Korban berhasil dievakuasi hingga dibawa ke Puskesmas Tawang Mangu Senin pukul 07.00 WIB. Namun karena kondisi akud yang membuat korban lemas dan pingsan, gagal diselamatkan tim nakes Puskesmas Tawangmangu ” ujar Budi.

Koordinator Pos Jaga Basarnas Surakarta, Arief Sugiyarto SH, 52, ketika dikonfirmasi terkait musibah seorang dari rombongan pesantren Salatiga menjelaskan, pertolongan sebenarnya dilakukan cepat oleh relawan AGL.

“Tetapi karena kondisi korban sudah sangat lemah akhirnya nyawanya tidak mampu ditolong usai dievakuasi le bawaj ” ujar Arief.

Rombongan tidak melanjutkan kegiatan di atas Lawu, dan membawa jenasah Yusuf ke kampung halamannya di Tangerang, Banten.

(red/her)

Baca Lainnya

Tokoh Senior Karang Taruna Nasional Apresiasi Kepemimpinan Darkam

27 Juni 2026 - 00:19 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kota Bekasi, Laporan Lanjut ke BKPSDM

26 Juni 2026 - 11:33 WIB

Menaker Tekankan Tata Kelola Ketenagakerjaan Berdampak bagi Masyarakat

26 Juni 2026 - 01:52 WIB

Puluhan Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Negara Selamatkan Rp32,9 Miliar

26 Juni 2026 - 01:44 WIB

Registrasi Biometrik SIM Card Diresmikan, Keamanan Digital Nasional Dikunci

26 Juni 2026 - 01:23 WIB

Trending di News