Menu

Mode Gelap
Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng Universitas Paramadina dan KAS Latih Kapasitas Kepemimpinan 30 Guru Perempuan Malang Harper Cikarang Sukses Gelar Wedding Open House Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan

News

PKS Soroti Kesejahteraan dan Perlindungan Guru dalam Evaluasi Anggaran Pendidikan

badge-check


					PKS Soroti Kesejahteraan dan Perlindungan Guru dalam Evaluasi Anggaran Pendidikan Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, menegaskan bahwa penguatan peran guru harus menjadi fokus utama dalam evaluasi anggaran pendidikan 2025 dan penyusunan program 2026. Hal itu disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Reni menyatakan bahwa saat ini Komisi X tengah melakukan serangkaian rapat kerja dengan kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk mengevaluasi anggaran tahun berjalan dan menyusun kebijakan ke depan. Dalam pembahasan tersebut, ia menyoroti sejumlah isu krusial terkait nasib guru.

Pertama, persoalan kesejahteraan. “Kita tahu betul masih banyak guru honorer yang gajinya Rp300 ribuan sampai Rp400 ribuan. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi guru yang pendapatannya jauh di bawah UMR,” tegas Reni yang juga Ketua DPP PKS Bidang Koperasi dan Desa.

Kedua, kepastian status kepegawaian. Ia mendorong adanya kejelasan bagi guru yang telah lama mengabdi untuk berpeluang diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Database harus disiapkan kementerian agar ada kepastian karier mereka,” ujarnya.

Ketiga, perlindungan hukum bagi guru. Reni menekankan pentingnya rasa aman bagi pendidik dalam menjalankan tugas. “Agar guru bisa lebih tenang dalam mendidik, tanpa dihantui masalah hukum,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua sebagai kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung.

Reni berharap kebijakan pendidikan ke depan benar-benar berpihak pada peningkatan kesejahteraan, kepastian karier, dan perlindungan guru sebagai ujung tombak pembangunan SDM Indonesia.

 

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu

9 Februari 2026 - 14:59 WIB

Screenshot 20260209 142958 copy 1080x691

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

7 Februari 2026 - 01:47 WIB

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

7 Februari 2026 - 01:39 WIB

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

Dugaan Pungli Terstruktur Warnai SMAN 4 Kota Bekasi

6 Februari 2026 - 22:50 WIB

IMG 20260206 WA0026

Waduh, Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi, Ini Kata Purbaya

6 Februari 2026 - 00:52 WIB

Waduh Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi Ini Kata Purbaya 1
Trending di News
error: Matras News