Menu

Mode Gelap
ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998 Sinergi Himbara, BP BUMN Dorong Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Puncak Liburan Long Weekend, KAI Layani 161.028 Pelanggan Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri Denon Dorong ITS Indonesia Jadi Aktor Utama UAM di Regional U.S. Embassy Jakarta Celebrates Maternal Health Achievements in Banten Province

News

Proyek LRT Listrik dan Kereta Gantung Dijajaki untuk Atasi Kemacetan di Puncak Bogor

badge-check


					Proyek LRT Listrik dan Kereta Gantung Dijajaki untuk Atasi Kemacetan di Puncak Bogor Perbesar

MatrasNews, Bogor – Kawasan Puncak, Bogor, yang terkenal dengan kemacetan parah setiap akhir pekan, berpeluang mendapatkan solusi transportasi baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sedang menjajaki dua proyek transportasi modern, yaitu LRT listrik rute Gadog-Gunung Mas dan kereta gantung (cable car).

Rencana ini diharapkan dapat mengakhiri fenomena lautan kendaraan yang kerap membuat wisatawan terjebak macet berjam-jam. Perjalanan menuju kawasan Gunung Mas di masa depan bukan lagi diwarnai kemacetan, tetapi dapat dinikmati dengan LRT listrik yang ramah lingkungan.

Langkah awal telah dimulai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan studi kelayakan atas proyek LRT Gadog-Gunung Mas. Studi ini akan mengkaji aspek teknis, ekonomi, dan dampak lingkungan sebelum proyek direalisasikan.

Tak hanya LRT, rencana kereta gantung juga digagas untuk meniru kesuksesan cable car di destinasi wisata dunia. Proyek ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga menawarkan atraksi wisata baru dengan panorama pegunungan yang indah.

Kedua proyek ambisius ini memiliki tantangan yang tidak kecil, mulai dari kebutuhan investasi yang mencapai triliunan rupiah, kerumitan teknis pembangunan di medan pegunungan, hingga integrasinya dengan moda transportasi lainnya. Dampak sosial dan lingkungan juga menjadi hal yang harus dipertimbangkan secara serius.

Meski demikian, harapan untuk menciptakan kawasan Puncak yang bebas macet, modern, dan ramah lingkungan mulai menguat. Langkah awal studi kelayakan ini menjadi sinyal positif bahwa solusi tersebut bukan lagi sekadar mimpi.

Baca Lainnya

ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998

14 Mei 2026 - 01:37 WIB

Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri

14 Mei 2026 - 01:18 WIB

Kereta Petani & Pedagang Layani 17.867 Pelanggan Sepanjang 2026

13 Mei 2026 - 00:09 WIB

PT Pertamina Buka Suara Soal Perbandingan Harga Pertalite dan Pertamax yang Ramai di Medsos

13 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

13 Mei 2026 - 00:03 WIB

Trending di News