MATRASNEWS, BEKASI — Anggota DPRD Kota Bekasi Gilang Esa Mohamad menyerap aspirasi warga RW 06B, Jakapermai, Kota Bekasi, dalam agenda reses pada Kamis, 8 Oktober 2026. Infrastruktur lingkungan, keberlanjutan masjid, hingga persoalan Pasar Kranji menjadi sejumlah isu utama.
Gilang mengatakan RW 06B memiliki 10 RT. Ia memilih lokasi tersebut karena pembangunan lingkungan belum banyak menyentuh kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Gilang, pihaknya telah merealisasikan dua aspirasi warga, yakni pengaspalan jalan dan pengecoran. Ia menilai realisasi tersebut menjadi bentuk kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat.
Perpanjangan Sewa Tanah Masjid
Selain infrastruktur, warga menyampaikan persoalan keberlanjutan penggunaan lahan masjid di kawasan tersebut. Masa sewa tanah milik pemerintah untuk masjid itu telah berakhir.
Gilang mengatakan Komisi I DPRD Kota Bekasi tengah berkoordinasi dengan pengurus RW dan jajaran terkait untuk mengupayakan perpanjangan sewa lahan kepada pemerintah.
Ia menilai keberadaan masjid memiliki peran penting bagi warga RW 06B. Kekompakan masyarakat, kata dia, turut mendukung keberlangsungan pembangunan dan aktivitas masjid.
Gilang juga mengapresiasi Ketua RW 06B Darman yang baru menjabat sekitar empat bulan. Ia menilai komunikasi aktif pengurus lingkungan memudahkan DPRD dalam memetakan kebutuhan warga.
Warga Minta Pembangunan Selaras
Gilang mengatakan sejumlah warga lanjut usia juga menjadi perhatian dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Ia mendorong aspirasi masyarakat berjalan beriringan dengan program pemerintah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang.
Menurut dia, sinkronisasi antara program DPRD dan Musrenbang penting agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia juga ingin membuktikan bahwa keberadaan wakil rakyat yang dekat dengan wilayah pemilih dapat memberi manfaat secara langsung.
“Saya ingin membuktikan bahwa kita bisa hadir dan memberikan manfaat kepada RW 06B,” kata Gilang.
Dampak Pasar Kranji Ikut Disoroti
Dalam reses tersebut, warga juga menyinggung dampak aktivitas Pasar Kranji terhadap lingkungan sekitar. Gilang menyebut persoalan kemacetan, sampah, bau, hingga genangan limbah pasar turut dirasakan warga di sejumlah wilayah perbatasan.
Ia mengatakan Komisi I DPRD Kota Bekasi memiliki perhatian terhadap evaluasi kerja sama pengelolaan pasar. Gilang berharap pemerintah kota mengevaluasi persoalan tersebut agar aktivitas pasar tidak terus membebani masyarakat sekitar.
Bagi Gilang, reses bukan sekadar agenda penyerapan aspirasi. Pertemuan langsung dengan warga menjadi sarana menguji apakah program pembangunan benar-benar menjawab persoalan di tingkat lingkungan.
Dengan demikian, aspirasi RW 06B tidak berhenti pada penyampaian keluhan. DPRD dituntut memastikan usulan warga masuk dalam prioritas pembangunan dan memperoleh tindak lanjut yang terukur.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.