Pada momen tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berdialog langsung dengan beberapa warga binaan. Salah satunya Abdul Pahit, warga binaan asal Madura yang akan bebas dalam waktu tiga bulan. Ia mengaku mendapatkan banyak pembelajaran, terutama dalam hal keagamaan.
“Dulu saya tidak pernah salat, sekarang setiap hari saya salat,” ungkap Abdul Pahit kepada Tri Adhianto.
Warga binaan lain, Setiawan dari Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria, mengaku tengah mengajukan cuti bersyarat agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Ia juga merasakan perubahan signifikan dengan semakin mendekatkan diri pada kegiatan keagamaan di masjid lapas.
Tri Adhianto memberikan apresiasi atas perubahan positif tersebut. Menurutnya, pembinaan di lapas bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi momentum introspeksi diri dan persiapan untuk kembali ke masyarakat.
“Remisi ini bukan hanya pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi momentum untuk terus berubah menjadi lebih baik,” pesan Tri Adhianto. Ia berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai kehidupan baru yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.