Menu

Mode Gelap
Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99% Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia Schneider Electric Gandeng Foxconn Kembangkan Pusat Data AI Masa Depan BunnKOPI Jember Semarakkan Festival Batik Bojonegoro dengan Cita Rasa Kopi Pilihan

Hiburan

1 Dekade Irama Nusantara, Membangun Sistem Pengarsipan Musik

badge-check


					1 Dekade Irama Nusantara, Membangun Sistem Pengarsipan Musik Perbesar

Matras News, Jakarta – Rangkaian Irama: 1 (satu) Dekade Irama Nusantara yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah selesai digelar, pada Minggu (15/10), di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

1 Dekade Irama Nusantara terdiri dari pameran arsip musik populer Indonesia era lampau, festival musik, konferensi arsiparis budaya populer, dan diskusi musik ini telah digelar sebulan penuh, sejak 16 September 2023.

Konsep besar dari acara ini adalah memperkenalkan kembali akar musik populer di Indonesia dalam bentuk sajian yang relevan dengan konteks kesenian hari ini. Penutupan Rangkaian Irama:

Satu Dekade Irama Nusantara ditandai dengan diskusi Bisik-Bisik Musik bertajuk “Membentuk Wacana Kesejarahan Budaya Populer di Indonesia” bersama Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.

Dalam diskusi ini, Hilmar mengapresiasi kerja pengarsipan yang telah dilakukan Irama Nusantara selama sepuluh tahun.

Namun, Hilmar mengingatkan bahwa tantangan dalam pengarsipan tidak berhenti sampai pengumpulan materi arsip, tetapi membangun sistem pengarsipan yang berkelanjutan.

“Pada akhirnya berbicara soal perhatian dari pemerintah, itu sangat bergantung pada apa yang dilakukan (komunitas pengarsipan). Kalau kita tidak melakukan kerja pengarsipan secara sistematis dan relevan, maka itu akan menguap. Sustainability itu penting, itu dari pengalaman saya. Kalau bisa enhance, ini bisa langgeng,” kata Hilmar Farid.

Bisik-Bisik Musik menghadirkan sembilan topik menarik terkait industri musik populer, yaitu “Menjaga Arsip Lokananta di Masa Lalu, Kini dan Akan Datang”, “Festival Musik

Dan Penghadiran Kembali Musik Lawas Indonesia”, “Mengakses Ingatan Musikal Lewat Arsip Visual”, dan “Merekam Kota Lewat Musik.”

Penutupan Rangkaian Irama: Satu Dekade Nusantara juga dirayakan dengan festival musik Irama Berdendang. Sekstet pop asal Jakarta, White Shoes & The Couples Company (WSATCC), didaulat sebagai penampil pamungkas.

WSATCC membuka panggung dengan lagu lawas “Aksi Kucing” ciptaan Oey Yok Siang yang populer pada era ‘50-an.

WSATCC juga membawakan lagu-lagu daerah, antara lain “Lembe Lembe”, “Tjangkurileung”, dan “Tam Tam Buku.”

Repertoar dari WSATCC merepresentasikan potret budaya populer dekade ‘50-an dan ‘60’an di mana banyak penyanyi dan grup musik Indonesia membawakan lagu-lagu daerah.

“Sepuluh tahun lalu kami rekaman di Lokananta, Solo. Spesial bagi kami karena kami merekam lagu-lagu daerah.

Ternyata banyak lagu daerah yang bagus dan diaransemen musisi Indonesia ‘60 sampai ‘70-an, dan itu memberikan inspirasi bagi kami,” kata gitaris WSATCC, Yusmario Farabi.

Selain WSATCC, penutupan Rangkaian Irama: Satu Dekade Irama Nusantara juga menampilkan:

Batavia Collective berkolaborasi dengan Fariz RM, The Panturas, Endah N Rhesa, Bangkutaman, Nonaria, Louis Monique – Gallaby – Gusty Pratama, dan Mondo Gascaro. Seluruh penampil membawakan karya-karya musisi Indonesia dari masa lalu dengan pendekatan kreatif hari ini.

“Kami bukan sekadar membawakan lagu musisi lampau, tetapi inilah musik Indonesia. Karena ini roots kita, dari musik populer maupun umum.

Kita enggak akan bisa ke mana-mana kalau kita enggak tahu roots-nya. Apa yang dilakukan Irama Nusantara selama sepuluh tahun ini sangat bernilai,” kata Mondo Gascaro.

Tentang Irama Nusantara

Irama Nusantara adalah yayasan nirlaba yang fokus pada pengarsipan digital musik populer Indonesia.

Berdiri sejak tahun 2013, yayasan ini telah mengarsipkan 7.870 rilisan (data 17 Agustus 2023).

Rilisan yang diarsipkan berasal dari dekade 1920-an hingga 2000-an, serta berbagai media massa dan pustaka terkait industri musik populer Indonesia.

Ragam arsip musik dan pustaka Irama Nusantara dapat diakses melalui situs wwww.iramanusantara.org

Baca Lainnya

Jogja Rockphonic 2026 Sajikan Rock Beraransemen Orkestra

14 Juni 2026 - 03:27 WIB

Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol

30 Mei 2026 - 12:01 WIB

Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku

25 Mei 2026 - 01:35 WIB

Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku

Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 dapat Layanan Shuttle Gratis

12 Mei 2026 - 00:09 WIB

200 Talenta Tampil di Asia Arts Festival 2026

27 April 2026 - 00:50 WIB

Trending di Hiburan