MATRASNEWS, JAKARTA – Di tengah menjamurnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, bisnis laundry atau penatu menjadi salah satu sektor yang kian ramai, terutama di kawasan permukiman padat dan sekitar perkantoran.
Namun, masih banyak pelaku usaha laundry yang mengandalkan cara tradisional—baik dalam promosi maupun pencatatan transaksi. Padahal, calon pelanggan kini lebih sering mencari layanan terdekat lewat ponsel, membandingkan ulasan, hingga memesan melalui chat. Akibatnya, bisnis yang tak tersentuh digital sulit ditemukan, respons jadi lambat, dan operasional pun keteteran.
Digitalisasi menjadi solusi. Tak perlu langsung canggih, cukup mulai dari kebutuhan paling mendasar. Berikut lima langkah digitalisasi yang bisa diterapkan agar bisnis laundry lebih efisien, seperti dikutip dari siaran pers DANA:











