Advertisement Section
Foto 4 Penanaman Mangrove WCUD 600x330 1

Allianz Indonesia Konsisten Lanjutkan Program Menanam 3.000 Pohon Mangrove

Matrasnews.com – Dalam rangka menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap bulan November serta sebagai kelanjutan dari program #CintaiKeluargaCintaiBumi yang masih berlangsung hingga akhir Desember 2021 nanti, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) mengkonversikan polis elektronik yang terbit selama program berlangsung dengan penanaman satu Pohon Mangrove.

Sebagai bukti kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, karyawan Allianz Indonesia berpartisipasi sebagai sukarelawan dalam program penanaman 3.000 Pohon Mangrove yang dilakukan bersama Yayasan Carbon Ethics Indonesia (CarbonEthics) di Pulau Harapan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada 21-30 November 2021. Kegiatan ini menandai kontribusi Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli dalam menanam 10.000 pohon mangrove di pesisir Jakarta dan Bekasi sejak tahun 2019.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 karyawan hadir untuk mendapatkan pengalaman menanam mangrove secara langsung dan mendapatkan edukasi dari CarbonEthics tentang krisis iklim akibat pemanasan global. Para sukarelawan juga mengunjungi tempat pembibitan (nursery) tanaman mangrove untuk melihat langsung siklus pertumbuhan mangrove.

“Komitmen kami dalam menjaga masa depan bukanlah jargon semata. Lewat kegiatan ini, kami turut mendorong para karyawan untuk turun langsung menjadi sukarelawan penanaman mangrove dengan harapan karyawan kami bisa terus melanjutkan misi penting ini, dan menunjukan kepeduliannya pada lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Saatnya kita melakukan aksi nyata sekarang, demi masa depan kita dan generasi selanjutnya,” kata David Nolan, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia yang ikut hadir bersama karyawan sukarelawan lainnya

essica Novia selaku perwakilan Yayasan Carbon Ethics Indonesia menyatakan bahwa, “Mangrove bisa menyerap emisi karbon sepuluh kali lebih banyak dari pohon di daratan. Dan Indonesia memiliki 23% populasi mangrove di dunia yang jika disatukan setara dengan luas negara Belgia, sehingga hutan mangrove di Indonesia berperan sangat penting dalam memperlambat krisis iklim,” ungkapnya. “Namun sayangnya, tingkat deforestasi mangrove di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Dari tahun 1980 – 2010, Indonesia telah kehilangan 40% hutan mangrovenya. Per tahunnya, Indonesia kehilangan hutan mangrove seluas Kota New York.

Lebih lanjut Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli menambahkan bahwa Allianz Indonesia melalui YAP akan terus menjalankan komitmennya untuk peduli terhadap lingkungan, “Kami akan selalu berupaya mengedukasi karyawan dan nasabah kami, serta mengajak masyarakat untuk turut serta mengurangi kerusakan lingkungan melalui ragam program yang kami jalankan. Harapannya, langkah kecil kami ini bisa berkontribusi dalam mewujudkan alam yang lestari dan mengatasi perubahan iklim,” tutupnya.

(red)