Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

News

Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Pasar Kranji Baru

badge-check

Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Pasar Kranji Baru Perbesar


Tinjauan Komisi II DPRD Kota Bekasi ke proyek Pasar Kranji Baru dilakukan menyusul realisasi fisik yang baru menyentuh 24 persen. Target penyelesaian dikhawatirkan molor dari jadwal adendum.

Pengawasan Melekat di Tengah Target Jauh

MATRASNEWS, BEKASI – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi menyambangi proyek Pasar Kranji Baru, Rabu (10/6/2026). Pembangunan pasar tersebut sedang dalam tekanan publik. Progres fisik dinilai sangat lamban. Hanya 24 persen pekerjaan yang rampung pada Maret lalu. Kondisi ini memicu sidak mendadak.

Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., memimpin langsung tim. Menurutnya, penuntasan proyek wajib diprioritaskan. “Pembangunan ini tidak boleh mangkrak tanpa progres jelas,” tegasnya di lokasi. Ia meminta PT ABB selaku pengembang bekerja lebih cepat. Ketentuan dalam perjanjian kerja sama (PKS) harus dipatuhi.

Desakan Kejelasan Nasib Pedagang

Evi menyebut proyek ini vital bagi roda ekonomi warga. Keterlambatan berdampak langsung pada para pedagang. Mereka sudah menanti terlalu lama. “Kami akan terus mengawasi secara berkala,” ujar politikus tersebut. Fungsi pengawasan melekat sebagai mitra Dinas Perkimtan. Tidak ada ruang bagi proyek yang merugikan publik.

Kesepakatan adendum wajib dijadikan patokan. Target di pertengahan 2026 dinilai masih jauh dari harapan. Komisi II berjanji tidak memberi toleransi. Mereka bakal mengejar kepastian penyelesaian. Pasar modern yang nyaman dinanti masyarakat. Revitalisasi ini harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

Desakan Kejelasan Nasib Pedagang

Komentar ditutup.

Baca Lainnya
Trending di News