MATRASNEWS, BEKASI – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi menyambangi proyek Pasar Kranji Baru, Rabu (10/6/2026). Pembangunan pasar tersebut sedang dalam tekanan publik. Progres fisik dinilai sangat lamban. Hanya 24 persen pekerjaan yang rampung pada Maret lalu. Kondisi ini memicu sidak mendadak.
Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., memimpin langsung tim. Menurutnya, penuntasan proyek wajib diprioritaskan. “Pembangunan ini tidak boleh mangkrak tanpa progres jelas,” tegasnya di lokasi. Ia meminta PT ABB selaku pengembang bekerja lebih cepat. Ketentuan dalam perjanjian kerja sama (PKS) harus dipatuhi.
Desakan Kejelasan Nasib Pedagang
Evi menyebut proyek ini vital bagi roda ekonomi warga. Keterlambatan berdampak langsung pada para pedagang. Mereka sudah menanti terlalu lama. “Kami akan terus mengawasi secara berkala,” ujar politikus tersebut. Fungsi pengawasan melekat sebagai mitra Dinas Perkimtan. Tidak ada ruang bagi proyek yang merugikan publik.
Kesepakatan adendum wajib dijadikan patokan. Target di pertengahan 2026 dinilai masih jauh dari harapan. Komisi II berjanji tidak memberi toleransi. Mereka bakal mengejar kepastian penyelesaian. Pasar modern yang nyaman dinanti masyarakat. Revitalisasi ini harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.