Dirinya memperoleh banyak pengetahuan baru dari dokumentasi sejarah yang dipajang di sejumlah sudut Istana.
“Saya jadi tahu ruang rapat dan berbagai kegiatan kenegaraan yang sebelumnya belum pernah saya bayangkan,” katanya.
Salah satu guru pendamping mengungkapkan, kunjungan ini memberikan edukasi konkret tentang birokrasi pemerintahan, khususnya lingkungan Sekretariat Negara. Menurutnya, pengalaman tersebut memiliki nilai pembelajaran kuat dan relevan dengan kurikulum sekolah.
“Para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung implementasi kebijakan publik yang selama ini mereka pelajari di kelas,” ujar guru tersebut.
Program “Istana untuk Siswa Sekolah” direncanakan berlangsung secara berkala, menjangkau lebih banyak pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











