dr. Dhea Carientania Eryanti, Dokter Umum IGD dan Bangsal RS Karunia Kasih, memberikan pemaparan mengenai penyakit metabolik yang rentan dialami lansia.
MATRASNEWS, BEKASI – Sebanyak 101 lanjut usia (lansia) dari komunitas Umat Katolik se-Kota Bekasi mengikuti kegiatan Sekolah Lansia di Gereja Kalvari, Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Sekolah Lansia Kasih untuk Negeri” yang bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan bagi kelompok usia lanjut.
Dalam acara tersebut, dr. Dhea Carientania Eryanti, Dokter Umum IGD dan Bangsal RS Karunia Kasih, memberikan pemaparan mengenai penyakit metabolik yang rentan dialami lansia. Ia menjelaskan bahwa penyakit metabolik mencakup diabetes dengan kadar gula tinggi, kolesterol, dan asam urat.
“Penyakit metabolik itu tidak hanya menyerang lansia, tetapi mereka lebih rentan karena metabolisme yang kurang baik, aktivitas fisik berkurang, dan faktor risiko lain yang menyertai usia,” ujar dr. Dhea, Sabtu (14/3/2026).

FOTO: dr. Dhea Carientania Eryanti, Dokter Umum IGD dan Bangsal RS Karunia Kasih. (MatrasNews)
Menurutnya, dampak penyakit metabolik cukup serius karena dapat memicu berbagai komplikasi seperti stroke, gangguan pada mata, ginjal, hingga pembuluh darah. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini sangat diperlukan.
Untuk mengurangi risiko, dr. Dhea menyarankan pengaturan pola makan dengan metode 3J (jenis, jumlah, jadwal). Ia juga merekomendasikan aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi selama 15–30 menit secara rutin.







