MATRASNEWS, KUALASIMPANG — Kabupaten Aceh Tamiang, anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dilanda bencana banjir bandang dan longsor dengan intensitas tinggi. Curah hujan ekstrem, angin kencang, dan kondisi geologi labil memicu luapan sungai, genangan di permukiman, serta kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan mobilitas masyarakat.
Ketua Umum LTKL yang juga Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohammad Rizal (Rizal Intjenae), menyatakan keprihatinan mendalam. “Bencana hidrometeorologi ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan perhatian kolektif,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (28/11/2025). Ia menekankan perlunya dukungan semua pihak untuk penanganan yang cepat dan tepat, serta komitmen perbaikan tata kelola lahan berkelanjutan ke depan.
Dampak dan Status Darurat
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Aceh Tamiang adalah satu dari 10 kabupaten/kota di Aceh yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi. Banjir telah:
- Menerjang 4 kecamatan, mengakibatkan 10.342 jiwa (3.824 KK) terdampak.
- Memaksa 9.274 jiwa (3.460 KK) mengungsi.
- Melumpuhkan aktivitas ekonomi, layanan publik, dan memutus total jalur transportasi utama Medan–Banda Aceh akibat banjir dan longsor.
Kota Kualasimpang sebagai pusat kegiatan sempat lumpuh pada 26 November, dengan ketinggian air mencapai 3 meter. Rumah warga, fasilitas umum, dan jaringan listrik terdampak parah. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, yang memimpin langsung operasi, melaporkan 70 rumah terendam di daerah ini.
Penanganan dan Kendala
Pemkab Aceh Tamiang telah menetapkan Status Tanggap Darurat dan mengerahkan seluruh kekuatan daerah. Pemerintah Provinsi Aceh mengoordinasikan mobilisasi lintas kabupaten melalui BPBA. Dukungan juga datang dari TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan PLN yang memperbaiki kerusakan lima tower SUTT 150 kV.
Namun, penanganan terkendala akses yang masih terputus akibat banjir dan longsor, menyulitkan evakuasi dan distribusi logistik. Jaringan komunikasi yang terputus dan listrik padam juga menyebabkan belum adanya data resmi terkait kerusakan dan posko dari Pusdalops setempat.
Bencana ini dipicu pengaruh bibit siklon 95B yang membawa hujan lebat hingga ekstrem. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemulihan terus berlangsung dengan dukungan berbagai pihak. Solidaritas publik melalui kanal bantuan resmi dan penyebaran informasi akurat sangat dibutuhkan untuk percepatan penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Cek Berita lain di Google News











