Seluruh 141 penumpang dan 8 awak dievakuasi tanpa cedera. Manajemen Garuda dan GMF AeroAsia langsung turun tangan melakukan pemeriksaan awal, yang memastikan adanya pecahan ban pada main wheel. Proses perbaikan dan penggantian ban pun segera dijadwalkan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar mengapresiasi respons cepat seluruh pihak. “Koordinasi yang solid antara pilot, AirNav, dan tim darurat bandara menjadi kunci keselamatan penerbangan ini,” ujar petugas dalam keterangan resmi.
Pembersihan landasan juga dilakukan di kedua bandara untuk memastikan tidak ada serpihan benda asing (Foreign Object Debris) yang membahayakan lalu lintas udara. Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat rute Jakarta-Makassar termasuk jalur tersibuk di Indonesia timur. Direktorat Jenderal terus memantau proses perbaikan dan memastikan pesawat laik terbang kembali sebelum dioperasionalkan.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.