Menu

Mode Gelap
Mantan Menpora Era Soeharto, H. Abdul Ghofur, Dimakamkan Secara Militer UOB Plaza Raih Sertifikat GREENSHIP Existing Building Peringkat Gold Sailun Group Resmi Beroperasi di Indonesia, Investasi Rp4 Triliun untuk Pabrik Ban di Demak Nikmati Golden Ramadan Retreat 2026 di Golden Boutique Hotel Kemayoran Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Destinasi Wisata Religi di Yogyakarta Material Baja Jadi Kunci Arsitektur Ramah Gempa dan Masa Depan ASEAN 

News

Dedi Mulyadi Minta Camat Lurah Keliling Pagi Jangan Cuma Duduk Baca Online


					Dedi Mulyadi Minta Camat Lurah Keliling Pagi Jangan Cuma Duduk Baca Online Perbesar

Matras News – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa para camat dan lurah se-Jawa Barat harus aktif turun ke lapangan pagi hari sebelum masuk kantor. Menurutnya, pemimpin daerah harus menjadi penggerak, bukan hanya duduk di belakang meja.

“Pagi-pagi sebelum masuk kantor, mestinya keliling dulu. Lurah-lurah itu keliling dulu. Gang, mana-mana, semua bergerak,” kata Dedi dalam unggahan video akun media sosialnya.

Dedi menyayangkan kebiasaan sebagian pejabat yang hanya berdiam di kantor, mengobrol, atau sekadar membaca berita online tanpa aksi nyata.

Majalah Matras scaled

“Kalau semua orang masuk kantor, diam, ngobrol, baca online, nggak produktif negara ini. Bapak lurah juga sama.

Yang diperlukan itu orang yang menggerakkan,” tegasnya. “Camat Bukan Tukang Sapu, Tapi Harus Turun Tunjuk Masalah”

Dedi menekankan bahwa peran camat dan lurah bukanlah mengerjakan pekerjaan fisik seperti menyapu atau membersihkan selokan, melainkan memastikan masalah teridentifikasi dan ditindaklanjuti.

“Pak. Camat dan lurah itu kan nggak nyapu, nggak ngangkat tanah. Cuma turun pagi-pagi, tunjukin. Ini kotor, Pak. Ini sapuin. Ini kerjaannya nggak baik lho, Pak. Ini cabutin rumputnya. Cuma nunjuk,” ujarnya.

Ia menduga minimnya pengawasan lapangan terjadi karena pejabat jarang turun. “Kenapa ini terjadi? Nggak pernah turun. Turun. Fokus kita ini kebersihan aja deh sama keindahan,” imbuhnya.

Dedi menjelaskan bahwa kebersihan dan keindahan lingkungan berdampak langsung pada ekonomi. “Karena efek dari kebersihan dan keindahan itu ekonomi. Kalau bersih dan indah, maka wisata jalan. Kalau wisata jalan, hotel penuh. Rumah makan, penuh. Kocotin uang penghasil. Hasil-hasil banyak duit,” paparnya.

Ia juga mengingatkan kepada camat, tidak boleh paraf atau tanda tangan tunjangan kinerja apabila stafnya setiap kali nggak kerja,” tegasnya.

Baca Lainnya

Mantan Menpora Era Soeharto, H. Abdul Ghofur, Dimakamkan Secara Militer

20 Januari 2026 - 02:33 WIB

Mantan Menpora Era Soeharto, H. Abdul Ghofur, Dimakamkan Secara Militer

Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Destinasi Wisata Religi di Yogyakarta

20 Januari 2026 - 01:42 WIB

Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Destinasi Wisata Religi di Yogyakarta

Hasilkan 1,3 Ton Sampah Per Hari, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Operasikan 409 Armada

20 Januari 2026 - 01:16 WIB

Hasilkan 1,3 Ton Sampah Per Hari, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Operasikan 409 Armada

Kelurahan Jatisari Raih Posisi Ke-6 Anugerah Sri Baduga Bandung

20 Januari 2026 - 01:09 WIB

Kelurahan Jatisari Raih Posisi Ke-6 Anugerah Sri Baduga Bandung

Tim SAR Temukan Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jenis Kelamin Perempuan

19 Januari 2026 - 23:46 WIB

Tim SAR Temukan Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jenis Kelamin Perempuan
Trending di News
error: Matras News
Golden Boutique Hotel Kemayoran