Menu

Breaking News

News

Puncak Karhutla 2026, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter dan Satgas Darat

badge-check

Puncak Karhutla 2026, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter dan Satgas Darat Perbesar


MATRASNEWS, JAKARTA – Pemerintah menggelar rapat koordinasi penanganan darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memimpin rapat yang turut dihadiri Kepala BNPB, Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, serta perwakilan BMKG, TNI, dan Polri.

Pertemuan ini merespons prakiraan BMKG yang menyebut puncak risiko karhutla akan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Fenomena El Nino yang diprediksi menguat, bahkan disamakan dengan “Godzilla” pada 2015, menjadi peringatan serius bagi semua pihak .

Data Terkini dan Enam Provinsi Prioritas

Berdasarkan data hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas (Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel) tercatat sekitar 48.889,69 hektare. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan terbesar, mencapai 28.680,47 hektare.

Dalam rakor ini, pemerintah menekankan penguatan operasi satgas darat sebagai ujung tombak. Kepala BNPB menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sangat bergantung pada ketersediaan awan. Karena BMKG memperkirakan potensi awan hujan berkurang hingga akhir Agustus, operasi darat menjadi kunci, terutama untuk memadamkan api di lahan gambut yang membara di bawah permukaan .

“Water bombing itu sifatnya membantu. Di lahan gambut, setelah dibom air, pasukan darat tetap harus menyisir untuk memastikan api benar-benar padam,” tegas Kepala BNPB.

Untuk mendukung strategi ini, pemerintah telah mengerahkan 35 unit armada udara yang terdiri dari helikopter patroli, water bombing, dan pesawat OMC. Bahkan, tambahan delapan unit helikopter water bombing diupayakan untuk memperkuat operasi.

di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi perhatian khusus. Berdasarkan laporan terbaru, luas area terdampak mencapai sekitar 742,70 hektare. Operasi pemadaman gabungan terus dilakukan, termasuk water bombing sebanyak 9 rit dengan total 24.000 liter air pada Senin (10/8) . Kawasan TNBTS masih ditutup sementara untuk memaksimalkan upaya pemadaman dan mencegah munculnya kembali titik api.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kejari Karangasem Tahan Mantan Ketua LPD Klungah atas Korupsi Rp 2,7 Miliar

10 Sep 2026 - 00:27 WIB

Kejari Karangasem Tahan Mantan Ketua LPD Klungah atas Korupsi Rp 2,7 Miliar

Pimpinan DPRD Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan Kejari

10 Sep 2026 - 00:11 WIB

Pimpinan DPRD Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan Kejari

Ketua DPRD Kota Bekasi dan Pengadilan Perkuat Sinergi

10 Sep 2026 - 00:10 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi dan Pengadilan Perkuat Sinergi

BPPKB Banten Minta Metland Cibitung Evaluasi Bangunan Ruko

10 Sep 2026 - 00:01 WIB

BPPKB Banten Minta Metland Cibitung Evaluasi Bangunan Ruko

Defisit Anggaran Mengintai, DPRD Kota Bekasi Kebut Pengamanan BPJS PBI APBD

9 Sep 2026 - 17:29 WIB

Defisit Anggaran Mengintai, DPRD Kota Bekasi Kebut Pengamanan BPJS PBI APBD
Trending di News