Sementara itu, CEO Power Pro Harli Yanto menekankan digitalisasi sebagai kunci peningkatan layanan. Ia mencontohkan adopsi sistem berbasis cloud seperti Amazon Web Services dan Google Cloud yang lebih efisien dibanding server lokal. “Pelayanan harus bisa diukur secara real-time melalui sistem, tidak cukup hanya dijanjikan,” katanya.
Dalam diskusi HAM meet CEO para pelaku sepakat bahwa pariwisata Indonesia membutuhkan pendekatan terintegrasi. Tren wellness, inovasi teknologi, dan regulasi adaptif menjadi prasyarat keberlanjutan industri. Tanpa intervensi kebijakan konkret, pertumbuhan yang terjadi berisiko tidak berkelanjutan.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











Komentar ditutup.