MATRASNEWS, JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk industri musik yang kerap menjadikan viral sebagai satu-satunya resep sukses, penyanyi Ika Putri memilih jalan berbeda. Setelah vakum hampir satu dekade, ia kembali dengan single anyar berjudul “Sadis”.di pamerkan di Jakarta, Jumat 13/2/2026.
Namun, kembalinya vokalis yang namanya melejit lewat lagu “Aku Perawan” ini tidak hanya sekadar nostalgia, melainkan sebuah strategi matang yang memadukan kejujuran emosional dengan kecerdasan membaca peta industri digital.
Ika Putri mengakui lanskap musik telah bergeser. Media sosial dan algoritma memegang peran penting dalam menentukan sebuah lagu bisa “terbang” atau tidak. Alih-alih panik mengejar gimmick viral, Ika memilih pendekatan yang lebih fundamental.
Ia mengawali comeback-nya dengan taktik “penetrasi pasar” konvensional, yaitu dengan melakukan kunjungan ke berbagai radio di Surabaya dan sekitarnya. Di saat yang sama, ia melakukan modernisasi dengan merangkul tim muda yang memahami ekosistem playlist digital.
Hasilnya, sinergi antara kearifan lokal dan kekuatan digital ini membuahkan hasil manis. Belum genap dua bulan sejak dirilis pada Desember 2025, lagu “Sadis” berhasil mencatatkan 115.000 streams di Spotify. Lebih dari itu, lagu ini sukses menembus empat Official Playlist bergengsi Spotify, seperti Bukan Cover Biasa, Woman of Indonesia, Musik Akhir Pekan, dan Fresh Find Indonesia . Pencapaian ini menjadi bukti bahwa sebuah karya bisa meraih apresiasi signifikan tanpa harus terjebak dalam pusaran viralitas semu.
Pemilihan lagu “Sadis” karya Bebi Romeo pun bukan tanpa alasan. Diproduseri oleh BHS Productions dengan aransemen dari Irwan Simanjuntak, interpretasi Ika terhadap lagu ini menawarkan warna baru. Ia tidak meledak-ledak, melainkan memberikan sayatan emosi yang tenanm, menusuk sukma, dan sangat kontras dengan versi-versi sebelumnya.
Kualitas vokal yang menjadi mata uang utama sejak awal kariernya membawanya meraih penghargaan di Shanghai Music Festival hingga nominasi AMI Awards kembali ia buktikan.
Sementara agregator, Seno M. Hardjo mengatakan, Ika Putri hadir sebagai solois yang memilih jalur sunyi namun konsisten. Ia membuktikan bahwa di era yang riuh ini, masih ada ruang bagi kejujuran ekspresi dan kedalaman rasa. Musik tidak harus melulu memuja algoritma; dari suara yang tenang dan jujur, sebuah karya menemukan pendengarnya sendiri.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











