Menu

Mode Gelap
Le Eminence Puncak Hadirkan Program Harmony in Diversity Sambut Ramadan 2026 Taste of Ramadan 2026 di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Usai Kepung Kantor Wali Kota Bekasi, Ini 5 Kesepakatan Rancangan Masa Depan Angkot Sebagai Primadona Transportasi Umum Konten AI Wajib Beretika dan Jaga Orisinalitas Primaya Hospital Tangerang Resmikan Poliklinik Eksekutif DANA Jadi Representasi Industri Teknologi Finansial Indonesia di Panggung Global

Gaya Hidup Sehat

Waspadai Hidden Hunger, Ini Kata dr. Monique Carolina Primaya Hospital Tangerang

badge-check


					Waspadai Hidden Hunger, Ini Kata dr. Monique Carolina Primaya Hospital Tangerang Perbesar

MATRASNEWS, TANGGERANG – Meski angka stunting nasional menunjukkan tren penurunan, para ahli mengingatkan adanya ancaman “kelaparan tersembunyi” atau hidden hunger pada anak-anak yang tampak sehat dan aktif. Kondisi ini ditandai defisiensi mikronutrien kunci seperti zat besi, zinc, dan vitamin D.

dr. Monique Carolina Widjaja, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Gizi Klinik dari Primaya Hospital Tangerang, menyatakan Indonesia menghadapi triple burden of malnutrition, yakni stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien. “Banyak orang tua fokus pada rasa kenyang, bukan kandungan gizi. Akibatnya, anak mendapat asupan karbohidrat berlebih, tetapi kekurangan protein hewani dan mikronutrien penting,” ujarnya.

Menurut dr. Monique, peningkatan konsumsi makanan ultra-proses (ultra processed food/UPF) seperti nugget, sosis, dan camilan kemasan menjadi pemicu utama. Makanan ini praktis dan lezat, tetapi rendah gizi, berpotensi merusak sinyal kenyang alami, memicu obesitas, dan meningkatkan risiko penyakit metabolik sejak dini.

Hidden hunger sering luput karena gejalanya tidak kasat mata. Beberapa tanda peringatan meliputi anak mudah lelah, sulit konsentrasi, sariawan berulang, rambut kusam-rontok, kuku rapuh, serta sering sakit atau infeksi berulang.

“Anak bisa terlihat sehat dan aktif, tapi secara biologis tubuhnya kekurangan zat gizi penting. Gejala ini sering dianggap sepele,” tambahnya.

Untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini, skrining gizi rutin dianjurkan meski anak tampak sehat. Skrining ideal mencakup pengukuran antropometri, pemeriksaan fisik, evaluasi pola makan, dan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

dr. Monique menekankan, nutrisi anak adalah investasi masa depan. “Apa yang masuk ke piring anak hari ini akan menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing di masa depan. Skrining gizi sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kesehatan anak, sama pentingnya dengan imunisasi,” tutupnya.

Cek Berita lain di Google News

 

Baca Lainnya

Primaya Hospital Tangerang Resmikan Poliklinik Eksekutif

13 Februari 2026 - 00:06 WIB

Primaya Hospital Tangerang

Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata untuk Tekan Gangguan Penglihatan

4 Februari 2026 - 01:09 WIB

Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata untuk Tekan Gangguan Penglihatan

RSCM dan Aryaduta Menteng Kolaborasi Kembangkan Wisata Medis

30 Januari 2026 - 21:21 WIB

IMG 20260130 WA0036 copy 961x571

RS Karunia Kasih Kolaborasi dengan IBI dan Panin Bank, Tingkatkan Kualitas Bidan Mandiri di Bekasi

30 Januari 2026 - 05:17 WIB

RS Karunia Kasih Kolaborasi dengan IBI dan Panin Bank, Tingkatkan Kualitas Bidan Mandiri di Bekasi

Menteri Kesehatan Dorong BPOM Bertransformasi Jadi Fasilitator Investasi

29 Januari 2026 - 01:47 WIB

Menteri Kesehatan Dorong BPOM Bertransformasi Jadi Fasilitator Investasi
Trending di Gaya Hidup Sehat
error: Matras News