MATRASNEWS, JAKARTA – Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama penghasil emas dunia. Laporan terbaru World Gold Council (WGC) pada awal Januari 2026 menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan secara global, dengan total produksi mencapai 140,1 ton per tahun.
Posisi tersebut membuat Indonesia berhasil mengungguli negara-negara penghasil emas tradisional seperti Peru dan Uzbekistan. Capaian ini tak lepas dari kontribusi besar tambang Grasberg di Papua, yang secara konsisten menjadi salah satu lumbung emas terbesar di planet ini.
“Posisi ini menegaskan potensi dan kapasitas riil Indonesia di sektor pertambangan global. Operasional Grasberg menjadi tulang punggung utama, meski pengembangan cadangan dan tambang lain juga penting untuk keberlanjutan,” ujar pengamat sumber daya energi, Doni Pratama, saat dikonfirmasi.
Kekuatan produksi dalam negeri ini turut mengokohkan minat investasi masyarakat terhadap logam mulia. Di tengah harga emas dunia yang terus mencetak rekor baru di awal tahun 2026, emas fisik tetap menjadi instrumen primadona bagi banyak kalangan sebagai lindung nilai.
Cek Berita lain di Google News











