MATRASNEWS, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi telah menyepakati pengoperasian KA Kilat Pajajaran. Proyek senilai Rp8 triliun ini ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 1,5 jam, dari yang sebelumnya 2,5 hingga 3 jam pada jalur konvensional.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa layanan ini rencananya akan diperluas hingga terkoneksi ke Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan estimasi waktu dua hingga tiga jam. “Setiap daerah yang ingin menjadi titik pemberhentian diwajibkan ikut berinvestasi dalam pembangunan infrastrukturnya,” tegas Dedi. Operasi proyek direncanakan berjalan dari 2027 hingga 2030.
Meski menjanjikan peningkatan konektivitas, proyek ini menuai analisis penuh risiko. Pengamat ekonomi Ronny P. Sasmita memperingatkan potensi kanibalisme dengan kereta cepat Whoosh yang telah beroperasi lebih dulu dan masih menghadapi tantangan finansial. “Diperlukan studi permintaan yang solid, koordinasi tarif, serta transparansi pendanaan APBD,” tegas Ronny.
Selain itu, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai target 1,5 jam sulit tercapai tanpa pembangunan terowongan baru yang membutuhkan biaya sangat besar. Dengan banyaknya pilihan moda transportasi Jakarta-Bandung, para ahli menilai anggaran daerah lebih mendesak dialokasikan untuk reaktivasi jalur kereta tua dan perbaikan infrastruktur dasar di Jawa Barat.
Cek Berita lain di Google News











