MATRASNEWS, SERANG — Kepolisian mengonfirmasi identitas satu dari delapan orang yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Korban bernama Surakman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, ditemukan meninggal dunia di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Kepastian identitas itu diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan DNA terhadap jenazah yang sebelumnya ditemukan warga setempat.
“Jenazah ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu 12 September lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima pencarian seluruh korban,” kata Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Rabu (23/9/2026).
Jarak Tempuh 347 Kilometer
Data kepolisian mencatat jarak dari Gunung Anak Krakatau hingga Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, mencapai 347,27 kilometer. Arus laut diduga kuat membawa jenazah korban melintasi perairan tersebut sebelum terdampar di pesisir Enggano.
Barang bukti yang ditampilkan penyidik meliputi lembaran kertas berisi foto korban serta peta jalur perairan dari kawasan Anak Krakatau menuju Enggano.
Enam Korban Masih Dicari
Hingga berita ini disusun, enam orang dari rombongan jurnalis dan awak kapal masih dalam pencarian. Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus menyisir perairan Selat Sunda serta wilayah pesisir sekitarnya.
Kepolisian mengimbau keluarga korban segera menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses identifikasi jenazah lain yang kemungkinan ditemukan di lokasi berbeda.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.