Menu

Mode Gelap
Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII Karya Art Deco Ikonik Tamara de Lempicka Kini Hadir di Samsung Art Store Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara, Kinerja Moncer Berkat Transformasi Ketum KP3D: Pemkab Bekasi Lamban Tangani Longsor di CBL Misteri Kematian Dua Remaja di Mustikajaya, Empat Orang Diamankan Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99%

Event

Kemandirian Perempuan Dayak Harus Senantiasa Dipertahankan

badge-check


					Kemandirian Perempuan Dayak Harus Senantiasa Dipertahankan Perbesar

Matras News – Perempuan Dayak di Indonesia diperkirakan mencapai 6 juta jiwa dan rata-rata masih memegang akar tradisi yang kuat.

Sama seperti kelompok perempuan yang lain, perempuan Dayak memiliki potensi kekuatan yang besar untuk bisa berdaya dan mandiri jika diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Bertempat di Betang Sei Pasah Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menggelar kegiatan “Sosialisasi Kesetaraan dan Keadilan Gender”.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang dikenal sebagai Bintang Puspayoga dan Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Ir. Nyelong Inga Simon

Juga LPDN Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Katingan, Pemda Kapuas dan anggota DPRD berserta masyarakat di Sei Pasah.

Ketua Umum LPDN, Ir. Nyelong Inga Simon dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa LPDN merupakan Wadah bagi perempuan Dayak ini diberi julukan “Intan Kanuah Tapusak-Lingu“

Yang menggambarkan perempuan Dayak dengan kecantikannya yang diakui dunia, punya kecerdasan dan kegigihan yang luar biasa. Wadah ini dimaksudkan untuk mengajak semua perempuan Dayak mengoptimalkan daya juangnya bagi bangsa dan negara, yang adil, mandiri dan sejahtera.

Baca Juga : ASITA Jakarta Travel Mart 2023, Ajang B2B Pelaku Industri Pariwisata

Lebih jauh Nyelong Inga Simon yang juga Caleg PDIP DPRD Kalteng Nomor Urut 2 untuk Dapil Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau menjelaskan bahwa dalam sosialisasi kesetaraan dan keadilan gender tersebut menitikberatkan pada Pemberdayaan dan Ekspos UMKM kreasi Perempuan Dayak dengan sentuhan kearifan lokal,

Kolaborasi pemberdayaan perempuan dan anak di Kabupaten Kapuas, Peran Perempuan Dayak dalam Pembangunan IKN secara khusus dan dalam segala bentuk eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan di Bumi Borneo.

“Kesetaraan dan Keadilan Gender di sini adalah bagaimana perempuan Dayak senantiasa dilibatkan dalam dalam hal menjaga hutan di Indonesia secara umum dan secara khusus di Kalimantan.

Sebab menurutnya perempuan Dayak memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian, serta pemberdayaan lingkungan dan hutan.

Tak hanya sebatas pembangunan IKN, namun juga termasuk food estate, perkebunan sawit dan lainnya diharapkan juga selaras dengan aspek sosial ekonomi dari perempuan Dayak.” Ungkap Ketum LPDN di Kapuas, Jum’at (22/09).

Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyatakan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) untuk Kesetaraan dan Keadilan Gender harus terus disosialisasikan agar perempuan mendapatkan pengetahuan tentang potensi diri,

kesempatan bekerja, posisi pengambilan keputusan serta peluang untuk berusaha.

“Perempuan Dayak memiliki daya juang yang tinggi dan menghormati budaya lokal tempat mereka berpijak. Enam juta perempuan itu jumlah yang besar dengan potensi diri luar biasa dan harus mendapatkan pendampingan.

Perempuan bukan sosok yang lemah. Kekuatan perempuan itu nyata jika sesama perempuan saling mendukung dan saling memotivasi untuk maju bersama.

Memang harus diakui, budaya patriarkhi masih menjadi penghalang utama dan harus kita upayakan untuk diminimalisir.

Saat ini, sudah banyak perempuan berkiprah, mandiri secara ekonomi dan terlibat dalam pembangunan. Kemandirian perempuan Dayak harus terus dipertahankan,” tegas Menteri PPPA di Kapuas, Jum’at (22/09).

LPDN menurut Menteri PPPA diharapkan dapat menjadi mitra strategis Kemen PPPA untuk bisa bersama-sama menyelesaikan isu perempuan dan anak dan membawa perempuan Dayak berdaya secara ekonomi.

“Jika perempuan berdaya secara ekonomi dan memilki pengetahuan kesetaraan gender, maka mereka akan punya posisi tawar, baik di dalam keluarga ataupun di masyarakat.

Secara tidak langsung mereka memiliki peluang untuk tidak menjadi korban kekerasan, tidak mudah terjerumus menjadi korban eksploitasi dan mencegah terjadinya perkawinan anak.

Kewirausahaan berperspektif gender ini adalah hulu dari semua persoalan perempuan dan anak. Kami tunggu kerja nyata dari LPDN,” ucap Menteri PPPA. (*)

Baca Lainnya

Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII

20 Juni 2026 - 17:41 WIB

Rangkaian Kegiatan HPN Bekasi Raya 2026

13 Juni 2026 - 00:08 WIB

Leo Club Jakarta Kharisma Ajak Anak Disabilitas Bermain di Kidzania

1 Juni 2026 - 00:40 WIB

Iduladha 2026, MatrasNews Salurkan Sapi Kurban ke Panti Yatim

24 Mei 2026 - 00:49 WIB

Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi Gelar Rapat Perdana

9 Januari 2026 - 00:20 WIB

Trending di Event