Silibet Kreasi Indonesia (SKI) bersama 30 perguruan mulai mematangkan persiapan pertunjukan Silat kolosal bertajuk Cahaya Abadi. Acara yang mengusung nilai persatuan ini rencananya akan digelar pada 22 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, di kawasan Kota Tua, Jakarta.
MATRASNEWS, JAKARTA – Ketua SKI, Ramdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk latihan gabungan untuk mempersiapkan pagelaran Silat Tradisi Betawi 2026. Pihaknya melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai kategori usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Proses latihan yang sudah berjalan selama 2 bulan dengan 6 kali pertemuan itu dilakukan secara berkelompok berdasarkan kemampuan masing-masing perguruan.
Menurut Ramdani, tujuan utama pertunjukan ini adalah mengedukasi masyarakat bahwa seni tradisional dapat dikemas secara megah dan modern. Pihaknya berkolaborasi dengan berbagai elemen seni untuk menunjukkan bahwa kultur budaya tidak bersifat kaku, melainkan bisa berkembang dan menjadi wadah penyaluran bakat.
Kolaborasi itu juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarpesilat. “Nanti akan ada pertunjukan dari 30 perguruan yang menampilkan jurus masing-masing. Kami juga akan menyajikan aransemen Gambang Kromong dalam bentuk orkestra,” ujar Ramdani, Minggu (9/8/2026).
Terdapat pesan filosofis di balik pemilihan tanggal 22 Agustus. Angka tersebut melambangkan keseimbangan kehidupan, seperti siang dan malam, atau laki-laki dan perempuan. Pertunjukan kolosal yang berjudul “Cahaya Abadi” itu akan mengisahkan tentang perpecahan akibat putusnya silaturahmi, yang kemudian kembali bersatu.
Pertunjukan akan diawali dengan penampilan jurus dari 30 perguruan, dilanjutkan dengan orkestra Gambang Kromong, dan diakhiri dengan cerita kolosal pencak silat. Melalui alur cerita, pihaknya ingin menyampaikan pentingnya saling mengenal untuk menghindari permusuhan. “Kami ingin mengedukasi bahwa kita semua berasal dari sumber yang sama,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan. SKI mengusung motto “Kerja nyata, tanpa drama” dalam penyelenggaraan acara yang dipersembahkan untuk pelestarian budaya Betawi itu. Ramdani berharap generasi muda terus berlatih agar budaya tradisional tidak hilang dan menjadi akar jati diri bangsa.











Komentar ditutup.