“Sementara teman-teman Persija, kita juga berikan fasilitas yang nyaman. Saya pikir, kalau memang mau mengerjai kami orang desa Borneo ini kan orang Kalimantan Timur yang harus belajar sama ibu kota, saya akan bawa ilmunya ke IKN nanti,” sindirnya.
Menurut Dandri, Borneo FC menjadi satu-satunya tim yang memperjuangkan bisa latihan di dalam JIS, karena tim lain sebelumnya selalu latihan di lapangan luar saat menghadapi Persija. Ia bersyukur akhirnya timnya diizinkan menggunakan stadion.
“Yang katanya perawatan, anda bisa lihat sendiri mana perawatannya. Kalau tim lain bisa, saya tidak bisa karena saya memberikan hak yang sama di tempat saya. Berarti harusnya kita sama-sama patuhi regulasi,” tegasnya.
Insiden ini menjadi catatan tersendiri menjelang laga yang diprediksi berlangsung ketat. Borneo FC membawa pengalaman ini sebagai pembelajaran menjelang kemungkinan menjadi tuan rumah di Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan. (herman)
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











