Menu

Mode Gelap
Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness” Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

Bisnis

Material Baja Jadi Kunci Arsitektur Ramah Gempa dan Masa Depan ASEAN 

badge-check


					Material Baja Jadi Kunci Arsitektur Ramah Gempa dan Masa Depan ASEAN  Perbesar

MATRASNEWS, JAKARTA – Indonesia, yang terletak di kawasan Ring of Fire, menuntut pendekatan arsitektur yang melampaui sekadar estetika. Dalam diskusi terbaru yang turut melibatkan tokoh arsitektur nasional, Ar. Georgius Budi Yulianto, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Ar. Firman Setia Herwanto, Juri Panelis ASEAN Steel Architectural Awards 2026, mengemuka pandangan bahwa material baja punya peranan strategis dalam mitigasi bencana dan pelestarian identitas budaya.

Mitigasi Bencana: Pelajaran Penting dari Sumatra

Ar. Georgius Budi Yulianto menyoroti fenomena penggunaan material baja yang masif di wilayah Sumatra. “Di luar area Pulau Jawa, terutama Sumatra, penggunaan material metal khususnya pada atap, lebih populer dibandingkan atap genteng,” terangnya, dalam siaran pers BlueScope, 16 Januari 2026.

“Ini karena materialnya yang ringan sehingga tidak terlalu berbahaya saat terjadi gempa. Hal ini juga berkaitan erat dengan proses mitigasi kebencanaan,” sambungnya. Menurutnya, dalam skenario gempa bumi, beberapa risiko sering dikaitkan ke material konstruksi yang berat. Di sinilah baja menawarkan keunggulan signifikan.

Sebagai material yang ringan, modular, dan fleksibel, baja memungkinkan struktur bangunan merespons guncangan secara lebih adaptif. Sistem knockdown pada baja memungkinkan pembangunan fasilitas umum darurat—seperti rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah—dilakukan dalam waktu singkat. Meski dibangun secara cepat, struktur yang dihasilkan tetap kokoh dan andal.

Menjembatani Warisan Budaya dengan Teknologi Modern

Diskusi ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa penggunaan baja berpotensi menghilangkan karakter tradisional dalam arsitektur. Ar. Firman Setia Herwanto menjelaskan bahwa pendekatan arsitektur kontemporer kini semakin menempatkan unsur heritage sebagai filosofi, bukan sekadar reproduksi bentuk fisik.

“Arsitektur tradisional kita, seperti Rumah Gadang atau Toraja, sebenarnya sudah menggunakan prinsip fleksibilitas (sistem pasak tanpa paku) yang sangat ramah gempa. Prinsip ini sangat kompatibel dengan teknologi baja modern yang fleksibel dan presisi,” kata Firman.

Melalui baja, arsitek dapat melakukan adaptive reuse pada bangunan tua, menjadikannya tetap relevan dan fungsional di era modern tanpa kehilangan identitasnya.

Kolaborasi Strategis: Menuju Panggung ASEAN 2026

Simposium 2025 “Shaping Resilient Futures: Heritage & Modernity in Steel Architectural Design” yang digelar bersama BlueScope Indonesia belum lama ini menjadi bagian dari langkah strategis IAI dalam mendorong kolaborasi dan keberanian inovasi di kalangan arsitek nasional. Forum ini diposisikan sebagai ruang pertukaran gagasan sekaligus persiapan menuju kompetisi regional.

Sebagai tuan rumah dan kolaborator utama, IAI mendukung penuh program Steel Architectural Awards ASEAN 2026 “Shaping Resilient Futures: Timeless Design with Coated Steel”. Ajang ini diharapkan menjadi benchmark kualitas bagi arsitek Indonesia untuk menyandingkan karya mereka dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

“Arsitek Indonesia punya talenta yang luar biasa dan varian desain yang sangat banyak. Melalui kolaborasi dengan mitra seperti BlueScope, kita ingin arsitek Indonesia tidak hanya jadi penonton, tapi jadi dominator di kancah internasional,” ujar Ar. Bugar.

Dengan semangat resiliensi dan keberlanjutan, sinergi ini menandai babak baru bagi dunia arsitektur Indonesia di mana setiap bangunan tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga mampu ‘bercerita’ dan melindungi penghuninya dari tantangan alam.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang

10 Februari 2026 - 03:00 WIB

Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang

Pelanggan XLSMART Hadirkan Disney+ Lewat Aplikasi myXL, AxisNet dan SATU ON by XL SATU

10 Februari 2026 - 00:11 WIB

Pelanggan XLSMART Hadirkan Disney+ Lewat Aplikasi myXL, AxisNet dan SATU ON by XL SATU

Bank Danamon, Adira Finance, dan MUFG Kembali Dukung IIMS Jakarta 2026

10 Februari 2026 - 00:02 WIB

Bank Danamon, Adira Finance, dan MUFG Kembali Dukung IIMS Jakarta 2026

Mengenal Lebih Deket Chef William Wongso di Aryaduta Menteng

9 Februari 2026 - 01:20 WIB

IMG 20260203 WA0010

Samsung Memberdayakan Generasi Muda untuk Ikut Menciptakan Pengajaran di Era Digital: Dari Akses ke Peran Aktif

9 Februari 2026 - 00:38 WIB

samsung 1
Trending di Bisnis
error: Matras News