Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

Bisnis

Mendag Dorong Pemulihan Ekonomi Inklusif lewat Penyelerasan Kebijakan Dagang

badge-check

Mendag Dorong Pemulihan Ekonomi Inklusif lewat Penyelerasan Kebijakan Dagang Perbesar

Matras News – Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyampaikan, penyelerasan kebijakan di sektor perdagangan, investasi, dan industri berperan penting sebagai mesin pertumbuhan dan dapat memberikan manfaat terhadap pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari pandemi. Hal ini disampaikan Mendag Lutfi dalam sesi Trade and Investment Leadership Lunch pada Rabu (25/5) di World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss.

Hadir dalam sesi tersebut President WEF Borge Brende, Direktur Jenderal WTO Ngozi OkonjoIweala, Chief Executive Officer of DSV Jens Bjorn Andersen, Chairman of Siemens Jim Hagemann Snabe, Global CEO JBS Gilberto Tomazoni, Executive Vice-President of the European Commission Valdis Dombrovskis, Group Chairman of Standard Chartered Bank, Jose Vinals.

“Perdagangan, investasi, dan industri saat ini tengah menghadapi transisi ganda, yaitu digitalisasi serta kelestarian lingkungan dan iklim. Saya yakin bahwa kita harus melihat secara komprehensif tentang aksi pengembangan teknologi digital, menjaga lingkungan hidup, dan mengatasi perubahan iklim, ketimbang memisahkannya satu sama lain,” jelas Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, transformasi digital telah berkontribusi pada ketahanan nilai global dan rantai pasokan, mengurangi biaya dalam perdagangan internasional dan memberdayakan perusahaan di berbagai skala untuk memasuki pasar global.

“Kebijakan fasilitasi perdagangan digital tetap menjadi kunci untuk mengimbangi peningkatan waktu dan biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat gangguan rantai pasokan. Digitalisasi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan iklim dengan mengurangi emisi dan limbah CO2 secara signifikan,” ujar Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi juga menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan tanggung jawab bersama tetapi berbeda dan kemampuan masing-masing (Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities/CBDR-RC).

“Sangat penting bahwa semua langkah untuk mencapai kontribusi yang ditentukan secara nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) harus dilakukan dengan kejelasan, transparansi, akurasi, konsistensi, dan komparabilitas. Langkah-langkah ini tidak boleh menjadi hambatan bagi perdagangan, investasi, dan pengembangan industri,” pungkas Mendag Lutfi.

(her/red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun

27 Juli 2026 - 01:43 WIB

2.953 Penyandang Disabilitas Nikmati Tarif Reduksi KAI

27 Juli 2026 - 00:45 WIB

Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa

25 Juli 2026 - 02:25 WIB

Vidoran Luncurkan Program Undian, Dukung Nutrisi Generasi Emas 2045

23 Juli 2026 - 11:39 WIB

Danantara Tinjau Pemberdayaan 73.000 Nasabah PNM di Mojokerto

23 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di Bisnis