Menu

Mode Gelap
Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat Pertamina Patra Niaga Kerek Turun Harga Bright Gas, Insentif Konsumen di Tengah Dinamika Pasar Stasiun Pengisian Daya BRT Bandung Mulai Dibangun, Hibah dari Korsel Krisis Lahan TPU Jatisari Kian Kritis, Dinas Perkimtan Kota Bekasi Siapkan Strategi Darurat Kejari Kota Bekasi Tahan Kabid Pasar Tersangka Pungli MCK Bantargebang

Event

Menparekraf Ajak Investor Berinvestasi di Destinasi Super Prioritas

badge-check

Menparekraf Ajak Investor Berinvestasi di Destinasi Super Prioritas Perbesar

Matras News, Jakarta – Himpunan Anak Media (HAM) berkolaborasi dengan ARTOTEL Group dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan ‘Forum Investasi dan Pembiayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif’ hari ini Kamis (28/07/2022) di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak para investor untuk berinvestasi di lima destinasi super perioritas (DSP) dan delapan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. “Sebelum saya bertugas ke pemerintahan, dulu mengelola investasi, dan saya melihat peluangnya sangat besar. Apalagi investasi yang begitu banyak menciptakan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Pariwisata dan ekonomi kreatif, lanjut Sandi Uno, studinya menciptakan enam kali lipat jumlah lapangan pekerjaan dalam setiap 1 dollar off investment. Yang dibutuhkan sekarang itu eksekusi bagaimana 8 KEK Pariwisata, 5 DSP dan 12 sustainable tourism yang mencari sustainable projects alternative sekema pembiayaannya pun sudah ada sehingga memberikan dampak yang luas.

Hingga saat ini tercatat kebutuhan investasi dan pembiayaan di 8 KEK Pariwisata seperti Morotai, Singosari, Tanjung Lesung, Likupang, Lido, Nongsa, Tanjung Kelayang, Mandalika sebesar Rp226,79 triliun. Sedangkan kebutuhan investasi dan pembiayaan di 3 Badan Otorita Pariwisata yaitu Borobudur, Labuan Bajo dan Danau Toba sebesar Rp6,7 triliun.

Peluang tersebut, lanjut Menparekraf terlihat lantaran pada bulan Mei 2022, World Economic Forum telah merilis Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022, dan Indonesia berada pada peringkat 32 dari 117 negara atau naik 12 posisi dibandingkan tahun 2019.

“Para investor melihat ada peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat di atas Thailand dan Malaysia. Sehingga ini membuka untuk berinvestasi,” katanya.

Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan dengan terbukanya peluang investasi diharapkan, terdapat penciptaan dan kebangkitan ekonomi karena terdapat 1.1 juta lapangan pekerjaan baru tahun 2021.

“Sesuai arahan Presiden, bahwa proyek-proyek infrastruktur harus selesai dari 2023-2024, tidak boleh ada yang mangkrak. Untuk itu investor harus bergegas menyelesaikan pembangunannya, sehingga 2024 target 4,4 juta lapangan kerja baru dapat terealisasikan,” ujarnya.

Menparekraf juga menjelaskan, sistem KEK ini menarik karena bisa memberikan insentif dari keuangan, perpajakan, pembiayaan dan pengelolaan lahan. KEK ini adalah model yang juga sudah digunakan negara-negara lain.

Yang paling mendesak adalah realisasi investasi akomodasi di lima DSP juga yang mendesak adalah kesiapan untuk menggelar event-event berskala internasional agar sektor parekraf siap menyambut event-event besar seperti KTT G20 atau ASEAN Summit.

“Diharapkan melalui Forum ini, kita dapat menyaksikan peluang-peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta dapat disusun skema-skema pembiayaan yang bisa diterapkan pada project pariwisata lainnya sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di lima DSP dan 8 KEK Pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu Henky Manurung, Deputi Bidang Industri dan Investasi menambahkan, forum ini bertujuan untuk percepatan pembangunan KEK pariwisata, Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata, dan Sustainable Tourism Investment Project melalui penyediaan alternatif skema pembiayaan yang bisa diberikan oleh Lembaga Pembiayaan maupun oleh investor lainnya.

“Melalui forum ini, diharapkan dapat dihasilkan komitmen positif antara lembaga pembiayaan dengan pengelola kawasan guna mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan project pariwisata,” pungkasnya.

(had)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media

16 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kejurnas II INASSOC: Airsoft Gun Kokoh di Jalur Prestasi Nasional

29 Juni 2026 - 00:22 WIB

Paguyuban Purnawirawan TNI AU Bekasi Santuni 33 Anak Yatim

29 Juni 2026 - 00:02 WIB

Kemenag dan APRI Gelar Nikah Fest, Fasilitasi 50 Pasangan Kurang Mampu

28 Juni 2026 - 04:07 WIB

Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII

20 Juni 2026 - 17:41 WIB

Trending di Event