Menu

Mode Gelap
Wali Kota Bekasi Buka Temu Karya Karang Taruna VII Karya Art Deco Ikonik Tamara de Lempicka Kini Hadir di Samsung Art Store Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara, Kinerja Moncer Berkat Transformasi Ketum KP3D: Pemkab Bekasi Lamban Tangani Longsor di CBL Misteri Kematian Dua Remaja di Mustikajaya, Empat Orang Diamankan Laba BSN Tembus Rp473 Miliar, Tumbuh 40,99%

News

OTT Anggota Bawaslu Kota Medan Itu Fenomena Gunung Es

badge-check


					OTT Anggota Bawaslu Kota Medan Itu Fenomena Gunung Es Perbesar

Matras News, Bekasi – Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Polda Sumut terhadap anggota Bawaslu Kota Medan, Selasa (14/22/2023).

Penangkapan ini terkait pemerasan terhadap calon anggota legislatif Kota Medan yang dilakukan oknum anggota Bawaslu tersebut.

Menanggapi OTT tersebut, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bekasi, Geraldo Aritonang mengatakan OTT tersebut merupakan fenomena gunung es. GMKI Cabang Bekasi sendiri mengapresiasi langkah Polda Sumut untuk mengawal pemilu bersih.

Menurut Geraldo OTT di Kota Medan itu sebagai fenomena gunung es yang bisa terjadi di daerah lain termasuk di Bekasi.

Upaya pemerasan dan sejenisnya bisa dilakukan oknum penyelenggara dan pengawas pemilu terhadap peserta pemilu.

“Mungkin saja praktik oknum yang terjadi di Bawaslu Kota Medan juga terjadi di daerah lain namun belum terungkap”, ujarnya.

Tudingan kepada penyelenggara pemilu, lanjutnya, berdasarkan pada integritas yang tidak menggunakan mekanisme merrit system dan sarat dengan kepentingan politik pribadi dan golongan.

“Coba saja lihat soal keterbukaan kepada publik terkait kinerja, sampai dengan saat ini apa saja yang sudah dilakukan penyelenggara pemilu termasuk Bawaslu dari mulai dilantik sampai saat ini? Ini karena tidak ada transparansi”, katanya. 

Tidak transparannya penyelenggara, lanjutnya, seperti terjadi penundaan-penundaan pengumuman yang baru diumumkan pada menit-menit akhir di malam hari.

“Itu yang terjadi dalam tahapan seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota beberapa waktu lalu tanpa penjelasan yang cukup memadai kepada publik”, katanya.

Karena itu GMKI Bekasi menyatakan integritas personal dan lembaga penyelenggara pemilu menjadi masalah yang mendesak untuk diperbaiki.

“Kami sebagai organisasi yang terakreditasi sebagai pengawas pemilu oleh Bawaslu meminta penyelenggara pemilu terutama KPU dan Bawaslu benar benar amanah pada tugasnya dan memegang teguh integritas”, imbuh Geraldo.

Selain itu dia juga berharap penyelenggara pemilu melakukan pembenahan tata kelola agar pemilu dapat terlaksana dengan baik, bersih dan demokratis sehingga hasilnya dapat dipercaya oleh rakyat.

“Kita ingin pemilu yang bersih karena itu kami mengawal setiap proses. Jangan sampai kejadian di Medan terjadi di daerah lain termasuk di Kota Bekasi. Kami mengawasi”, tegasnya.

Baca Lainnya

Ketum KP3D: Pemkab Bekasi Lamban Tangani Longsor di CBL

20 Juni 2026 - 00:45 WIB

Misteri Kematian Dua Remaja di Mustikajaya, Empat Orang Diamankan

20 Juni 2026 - 00:25 WIB

Lapas Bekasi Luncurkan Sistem Kunjungan Daring, Keluarga Tak Perlu Antre

19 Juni 2026 - 00:10 WIB

Menko Kumham Imipas Buka Ruang Dialog dengan BEM SI

19 Juni 2026 - 00:09 WIB

Kunjungan Ilmiah Perkuat Hubungan Riset Australia-Indonesia

19 Juni 2026 - 00:08 WIB

Trending di News