MATRASNEWS, BEKASI – Ketua Umum KP3D, Parulian Hutahaean, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan PLT Bupati.
Kritik ini terkait penanganan longsor di Jalan CBL yang dinilai mandek hingga enam bulan, mengganggu aktivitas warga tiga kecamatan.
Lemahnya Pengawasan Proyek
Menurut KP3D, lambannya penyelesaian proyek mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi dan ketidaktegasan pada kontraktor.
Jalan yang stabil selama bertahun-tahun justru longsor setelah pelebaran, sehingga publik menuntut keberanian PLT Bupati dalam menindak jika ada kelalaian.
“Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan,” tegas Parulian.
Tiga Titik Longsor Terbaru
Pantauan di lapangan per 21 Mei 2026 menunjukkan longsor terjadi di tiga titik sepanjang 12 km, memutus akses mobil karena badan jalan amblas.
Warga yang khawatir akan kecelakaan pun memasang ban bekas dan kayu sebagai penanda darurat, serta mengatur arus lalu lintas secara swadaya.
Penyebab utama longsor diduga struktur tanah labil dan rembesan air dari Kali CBL yang mengikis fondasi jalan.











